Politikus Turki: Pemulihan Hubungan Rusia-Turki Menguntungkan Kedua Negara

Pemulihan hubungan bilateral Rusia dan Turki di bidang ekonomi akan memberi keuntungan raksasa bagi kemakmuran kedua negara.

Pemulihan hubungan bilateral Rusia dan Turki di bidang ekonomi akan memberi keuntungan raksasa bagi kemakmuran kedua negara, mengingat perekonomian mereka telah terhantam krisis sejak tahun lalu, demikian disampaikan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki Zeynap Jane Kandur kepada Sputnik, Selasa (9/8).

“Krisis yang terjadi tahun lalu menghantam perekonomian kedua negara dan berdampak langsung terhadap masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama perdagangan akan memberikan keuntungan bagi masyarakat Turki dan Rusia. Isu lain lebih rumit dan membutuhkan diskusi lebih lanjut untuk membicarakan detilnya” kata Kandur. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Sankt Peterburg pada Selasa (9/8). Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama pemimpin kedua negara setelah insiden penembakan pesawat tempur Rusia Su-24 di Suriah pada November lalu. Agenda pertemuan fokus membahas normalisasi hubungan Rusia-Turki serta kerja sama di sektor ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, Erdoğan memberikan status investasi strategis bagi proyek pembangunan reaktor nuklir Akuyyu di Turki. Ia juga menekankan pentingnya percepatan proyek pembangunan jalur pipa gas Aliran Turki (Turkish Streamline) yang berfungsi mendistribusikan gas Rusia ke negara-negara di kawasan Eropa Selatan.

Sementara, Putin menyebut Rusia hendak memulihkan hubungan dengan Turki sepenuhnya dan sedang menyusun program kerja jangka menengah 2016 – 2019 dengan Turki di bidang ekonomi, teknis, dan sains. Rusia juga akan mencabut sanksi yang diberikan pada perusahaan Turki secara bertahap serta mengembalikan izin penerbangan ke Turki.

Menurut Kandur, langkah Putin yang segera menghubungi Erdoğan segera setelah upaya kudeta di Turki pada 15 Juli lalu berperan besar dalam pengembalian hubungan bilateral dan mempertegas pendekatan kembali kedua negara yang saat itu memang sudah dimulai.

Hubungan antara Rusia dan Turki memburuk setelah terjadi insiden penembakan pesawat tempur Rusia Su-24 oleh Turki di Suriah pada November 2015. Hubungan kedua negara ini mengalami perbaikan setelah Presiden Erdoğan mengirimkan surat permintaan maaf resmi kepada Putin atas insiden penembakan dan tewasnya pilot pesawat Rusia tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.