Hampir Kuasai Aleppo, Serangan Rusia Gagalkan Kemenangan Front al-Nusra

Tentara Suriah yang didukung oleh kelompok pertahanan populer melakukan serangan di kota al-Qaryatayn yang dikuasai militan.

Tentara Suriah yang didukung oleh kelompok pertahanan populer melakukan serangan di kota al-Qaryatayn yang dikuasai militan.

Mikhail Voskresenskiy/RIA Novosti
Keberhasilan front al-Nusra dan sekutu kelompok pemberontak anti-Assad yang didukung AS menembus pengepungan tentara Suriah hanya berumur pendek.

Keberhasilan pemberontak ‘moderat’ yang didukung Washington, termasuk front al-Nusra dan kelompok teroris Ahrar al-Sham menerobos kepungan tentara Suriah di kota Aleppo dan membuka sebuah koridor di selatan pada Sabtu (6/8), menandai kemunduran signifikan Tentara Suriah yang didukung pasukan udara Rusia.

Sumber: Al-Masdar News / YouTube

Meski AS mengklaim bahwa front al-Nusra tak termasuk kelompok ‘moderat’ yang mereka dukung, berbagai publikasi mengenai penerobosan kepungan yang dilakukan al-Nusra dan Ahrar al-Sham dari akun media sosial mereka berkaitan dengan serangan mereka pada rezim Assad.

Meski para pemberontak telah merusak blokade dengan menerobos kepungan tentara Suriah, pertempuran di kota Aleppo terus berlanjut dan Rusia meningkatkan aksi pengeboman di area yang dikuasai para pemberontak. Pertempuran ini mungkin menjadi pertempuran paling penting dalam konflik Suriah karena kedua pihak bergulat untuk menguasai kota terbesar Suriah tersebut.

Pemberontak menembus kepungan dalam serangan besar-besaran pada Sabtu (6/8) lalu, ketika sebuah aliansi yang terdiri dari dua lusin kelompok pemberontak, dipimpin oleh front al-Nusra dan Ahrar al-Sham, memaksa Tentara Suriah dan sekutunya untuk keluar dari distrik Ramouseh dan mengambil alih sejumlah sekolah militer.

Para pemberontak menganggap keberhasilan tersebut sebagai sebuah kemenangan, yang mereka raih seminggu setelah mereka pertama kali melancarkan serangan balasan melawan Tentara Suriah. Pasukan yang berhasil menerobos pengepungan di Aleppo tergabung dalam ‘Tentara Penakluk’, terdiri dari sejumlah kelompok pemberontak pimpinan front Al-Nusra yang baru saja mengaku telah menghapus status mereka sebagai afiliasi al-Qaeda dengan harapan akan mendapatkan dukungan dari AS untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad dan memperbaiki koordinasi dengan kelompok pemberontak setempat.

Sementara, kantor berita pemerintah Suriah SANA menyebutkan tak ada penerobosan pengepungan. Operasi militer terus berlangsung di area tersebut dan pesawat tempur mengebom kendaraan serta lokasi para pemberontak pada hari Minggu lalu, tulis SANA. Rekaman video dari Aleppo mematahkan klaim tersebut, tapi serangan udara yang kemudian dilancarkan menunjukkan kemenangan pihak pemberontak hanya berumur pendek.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.