Rusia Lanjutkan Upaya Ekstradisi Beberapa Warganya yang Dipenjara di AS

Rusia tak akan melemahkan upayanya demi membawa membawa warga mereka pulang ke Tanah Air.

Rusia berniat melanjutkan upaya mereka untuk mengekstradisi beberapa warga negaranya yang dipenjara di AS, demikian disampaikan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kamis (4/8).

"Diplomat dan pengacara Rusia masih mengurus kasus pilot Konstantin Yaroshenko dan warga negara Rusia lainnya yang dipenjara di Amerika Serikat. Kami terus memastikan kondisi keamanan mereka serta berupaya membawa mereka pulang ke Tanah Air,"  terang Peskov.

Menurut Peskov, meski langkah yang mereka tempuh belum membuahkan hasil, pihak Rusia tak akan melemahkan upayanya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, Rabu (3/8), yang menyebutkan Moskow hendak mengajukan permohonan melalui Dewan Eropa ke Washington untuk mengirim Yaroshenko dan Viktor Bout kembali ke negara asalnya.

Pilot Rusia Yaroshenko dihukum 20 tahun penjara di AS pada 2011 atas tuduhan terlibat dalam konspirasi penyelundupan obat-obatan terlarang ke negara tersebut. Tuduhan tersebut didasari pada testimoni agen AS yang melakukan operasi pengintaian atas Yaroshenko. Ia ditangkap di Liberia, Afrika Barat, dan diterbangkan ke AS tanpa prosedur ekstradisi yang resmi, padahal Rusia telah mengajukan protes keras dan menyebutkan bahwa hal tersebut melanggar kode diplomatik. 

Yaroshenko bersiteguh ia tak bersalah dan tim pengacaranya berulang kali menyebutkan bahwa kasus ini diatur oleh lembaga khusus AS untuk mengekstraksi bukti melawan warga Rusia lain, Viktor Bout, pemilik perusahaan transportasi yang juga diekstradisi ke AS secara ilegal dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada 2012 atas tuduhan penjualan senjata ilegal.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.