Anggap Putin Sebagai Teman, Erdoğan Ingin Perbaiki Hubungan Rusia-Turki

Sebelumnya, Turki menentang posisi Rusia yang mendukung Presiden Bashar al-Assad untuk menstabilkan negara tersebut. Ini dikarenakan Ankara telah lama memihak pada Washington untuk menggulingkan presiden Suriah.

Sebelumnya, Turki menentang posisi Rusia yang mendukung Presiden Bashar al-Assad untuk menstabilkan negara tersebut. Ini dikarenakan Ankara telah lama memihak pada Washington untuk menggulingkan presiden Suriah.

Reuters
Erdoğan melihat gagalnya upaya penggulingan dirinya sebagai kesempatan untuk memulai hubungan baru dengan Rusia.

Presiden Turki Recep Rayyip Erdoğan berharap pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan ini akan membuka “halaman baru” dalam hubungan bilateral antara kedua negara, demikian disampaikan Erdoğan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Rusia TASS, Senin (8/8).

Keterbukaan Turki untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Kremlin muncul setelah Ankara menuduh para pejabat militer dan intelijen AS mendalangi kudeta Turki yang gagal beberapa waktu lalu dan hubungan Turki-Uni Eropa menemui jalan buntu.

Pertemuan kedua pemimpin negara di Sankt Peterburg ini hendak mengakhiri ketegangan antara Moskow dan Ankara menyusul insiden penembakan jet tempur Rusia oleh AU Turki di perbatasan Suriah pada November lalu.

Erdoğan melihat gagalnya upaya penggulingan dirinya sebagai kesempatan untuk memulai hubungan baru dengan Rusia. “Ini akan menjadi kunjungan bersejarah, sebagai awal yang baru,” kata Erdoğan, seperti yang dikutip Sputnik. “Dalam pertemuan saya dengan teman saya Vladimir Putin, saya percaya bahwa kita bisa membuka sebuah halaman baru dalam hubungan bilateral. Negara kami punya banyak hal untuk dilakukan bersama-sama.”

Ankara juga menunjukkan itikad baiknya tersebut dengan mendukung posisi Moskow dalam krisis yang mengacaukan sisi lain perbatasan Turki di Suriah.

“Tanpa partisipasi Rusia, tak mungkin kita bisa menemukan solusi atas krisis Suriah,” kata Erdoğan. “Hanya dengan bekerja sama dengan Rusia kita bisa menyelesaikan krisis tersebut.”

Padahal, sebelumnya Turki menentang posisi Rusia yang mendukung Presiden Bashar al-Assad untuk menstabilkan negara tersebut. Ini dikarenakan Ankara telah lama memihak pada Washington untuk menggulingkan presiden Suriah.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.