Rusia Ajukan Versi Terbaru Draf Konvensi Terorisme Kimia pada PBB

Dibutuhkan 15 negara anggota PBB untuk meratifikasi usulan baru tersebut.

Rusia telah mempresentasikan versi terbaru rancangan untuk mengatasi terorisme yang menggunakan senjata biologis dan kimia kepada Konferensi Perlucutan Senjata PBB (DISEC) di Jenewa, Swiss, minggu lalu. Demikian hal tersebut diungkapkan Utusan Tetap Rusia untuk Kantor PBB di Jenewa, Alexey Borodavkin, kepada Sputnik, Kamis (4/8).

“Draf akhir telah kami serahkan dan kini siap untuk didiskusikan,” kata Borodavkin. Menurut Borodavkin, draf ini akan memperkuat eksistensi konvensi lama dengan menambah klausul untuk memperluas cakupan tindakan pidana bagi aktivitas terorisme yang menggunakan senjata biologis dan kimia.

Setidaknya dibutuhkan 15 negara anggota PBB untuk meratifikasi usulan baru tersebut agar bisa ditambahkan ke dalam kesepakatan yang telah ada sebelumnya.

Rusia telah berperan aktif dalam menanggulangi terorisme yang menggunakan senjata kimia. Pada Maret lalu, Rusia berinisiatif untuk membahas isu ‘bio terorisme’ yang diusulkan Italia dan Tiongkok dalam pertemuan DISEC di Jenewa.

Perdebatan terkait usulan draf baru Rusia kepada DISEC diperkirakan akan berlangsung selama dua tahun, kata Kepala Departemen Nonproliferasi dan Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia Mikhail Ulyanov pada April lalu.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.