Politikus Rusia: Jika Clinton Terpilih, Hubungan Rusia-AS Tak Ada Harapan

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Getty Images
Program pemilu Clinton dianggap tak beda jauh dengan kebijakan-kebijakan AS selama delapan tahun terakhir.

Tak ada perubahan yang bisa diharapkan antara Moskow dan Washington jika kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton terpilih sebagai Presiden AS, kata Juru Bicara Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) Sergei Naryshkin, Minggu (31/7).

Menurut Naryshkin, kampanye pemilu Clinton tak berbeda jauh dengan apa yang telah diterapkan Obama selama delapan tahun terakhir.

"Menilik delapan tahun terakhir masa pemerintahan Barack Obama dari Partai Demokrat sebagai presiden AS, sayangnya kita melihat tak ada perubahan yang positif dalam hubungan Rusia-AS. Kita tak melihat upaya untuk membangun kepercayaan antara kedua negara,” kata Naryshkin dalam pertemuan di kapal induk Laksamana Kuztensov.

Menurut Naryshkin, program pemilu Clinton tak beda jauh dengan kebijakan-kebijakan AS selama delapan tahun terakhir. "Jadi, kita tak bisa berharap ada hal baru yang bisa memperbaiki hubungan Rusia-AS jika ia terpilih sebagai presiden," tutur Naryshkin.

Namun, menurut Naryshkin masih terlalu dini untuk memperkirakan masa depan hubungan Rusia-AS jika kandidat Partai Republikan Donald Trump terpilih menjadi presiden AS, mengingat ia tak punya program yang konsisten perihal hubungan Rusia-AS. "Siapa pun yang terpilih sebagai presiden AS, kami akan tetap pada posisi kami, mempertahankan keamanan negara kami, tatanan dunia yang adil. Kami akan melakukan segala hal demi mewujudkan hal tersebut," kata Naryshkin menggarisbawahi.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.