Helikopter Rusia Jatuh di Wilayah Kelompok Oposisi ‘Moderat’ dan Teroris

Mi-8 yang bertugas mendistribusikan bantuan kemanusiaan ditembak jatuh di sebelah barat laut Provinsi Idlib, Suriah.

Mi-8 yang bertugas mendistribusikan bantuan kemanusiaan ditembak jatuh di sebelah barat laut Provinsi Idlib, Suriah.

Konstantin Leyfer / TASS
Rusia menyebut penembakan ini merupakan bentuk dari ‘aksi teroris’.

Helikopter angkut Mi-8 Rusia ditembak jatuh di wilayah yang dikontrol kelompok oposisi ‘moderat’ dan kelompok teroris front al-Nusra. Demikian hal tersebut disampaikan staf umum militer Rusia kepada Sputnik, Senin (1/8).

Kepala Direktorat Operasional Utama untuk Staf Umum Militer Rusia, Letnan Jenderal Sergei Rudskoy, mengatakan bahwa penembakan ini merupakan bentuk dari ‘aksi teroris’.

“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, helikopter Mi-8 ditembak jatuh di kawasan yang dikontrol oleh kelompok oposisi ‘moderat’ beserta kelompok teroris front al-Nusra.”

Helikopter Mi-8 yang bertugas mendistribusikan bantuan kemanusiaan di Aleppo ini ditembak jatuh di sebelah barat laut Provinsi Idlib, Suriah.

Tak lama setelah insiden itu, foto-foto yang memperlihatkan jasad personel militer Rusia yang menerbangkan helikopter tersebut beredar luas di media sosial. Foto lain juga memperlihatkan dokumen paspor tentara Rusia dalam kondisi setengah terbakar. 

Sebelumnya, insiden jatuhnya helikopter Rusia di Suriah telah terjadi tiga kali. 

Insiden pertama terjadi pada Oktober 2015. Satu unit helikopter Mi-8 tengah melakukan operasi penyelamatan terhadap dua pilot Su-24M yang ditembak jatuh oleh AU Turki di Suriah. Helikopter tersebut ditembak oleh kelompok teroris ISIS dan mengakibatkan kerusakan fatal sehingga memaksa pilot untuk melakukan pendaratan darurat.

Insiden kedua terjadi pada April lalu. Satu unit helikopter tempur Mi-28N jatuh di sekitar kota Homs. Kementerian Pertahanan Rusia saat itu menegaskan bahwa helikopter tersebut jatuh karena faktor teknis, bukan akibat tembakan. Jatuhnya Mi-28N ini menewaskan dua pilot Rusia.

Insiden ketiga terjadi pada Juli lalu. Satu unit helikopter tempur Mi-25 ditembak jatuh oleh ISIS di sekitar kota Tadmur. Saat itu, helikopter tersebut sedang bertugas membantu tentara pemerintah Suriah melawan kelompok teroris ISIS. Insiden ini turut menewaskan kedua pilot Rusia yang mengoperasikan helikopter tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.