Ketegangan Politik Tak Ganggu Program Antariksa AS-Rusia ke Bulan

Para insinyur Rusia dan AS tengah menggodok rencana pengembangan program antariksa kolaboratif.

Para insinyur Rusia dan AS tengah menggodok rencana pengembangan program antariksa kolaboratif, yakni mempertahankan kerja sama multinasional yang telah dikembangkan sejak pendirian Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 1993, demikian dilaporkan Sputnik.

Organisasi dari kedua negara mempertimbangkan upaya kerja sama penerbangan ke luar angkasa, asalkan hubungan politik kedua negara tak bertambah buruk. Rusia dan AS hendak memutus kerja sama saat Stasiun Luar Angkasa Internasional berhenti beroperasi pada 2024 mendatang. NASA tengah mengembangkan pesawat luar angkasa Orion dan Sistem Peluncuran Antariksa (Space Launch System/SLS) mereka sendiri, yakni sebuah roket raksasa yang dulunya digunakan dalam misi antariksa berawak, yang mampu mencapai Mars. NASA juga mendukung perusahaan seperti SpaceX dengan memberi dana agar mereka bisa meluncurkan roket yang bisa digunakan berkali-kali ke orbit.

Beberapa tahun lalu, Badan Antariksa Eropa (ESA) dan NASA telah sepakat berkolaborasi merawat modul penggerak Orion. Namun Rusia, sebagai penyumbang kedua terbesar di Stasiun Luar Angkasa Internasional, belum membuat komitmen untuk periode waktu pascapenyelesaian kewajibannya di stasiun tersebut.

Kabarnya, masalah ekonomi yang melanda Rusia belakangan ini menjadi penyebab terhambatnya pengembangan proyek luar angkasa negara tersebut, tapi tantangan terbesar dalam kerja sama antariksa mungkin berkaitan dengan hubungan Moskow dan Washington yang kurang harmonis saat ini. Para insinyur Badan Antariksa Rusia Roskomos dan NASA masih bekerja sama meski pemerintah mereka bersitegang dalam konteks politik.

Kontraktor luar angkasa Rusia, seperti RKK Energia dan GKNPTs Khrunichev, serta perusahaan Amerika seperti Lockheed Martin dan Boeing, tengah mengembangkan beberapa misi tentatif di antara jarak Bumi dan Bulan yang membutuhkan kerja sama kedua negara. Misi semacam itu mungkin dapat menjadi dasar untuk pengembangan misi ke asteroid.

Ahli teknologi Rusia terkenal terampil dalam mengoperasikan dan mengembangkan berbagai modul antariksa, seperti mempertahankan penggerak hingga membuat rumah untuk para kru — keahlian-keahlian yang dibutuhkan AS. Modul semacam itu akan meningkatkan kapasitas hidup kru Orion di luar kompartemen yang saat ini digunakan. 

Di sisi lain, Rusia juga membutuhkan bantuan AS setidaknya hingga 2030, untuk mengembangkan program penerbangan ke Bulan.

Meski masih berupa rencana, proposal kerja sama antariksa Rusia-AS telah diajukan minggu lalu dalam Konferensi Riset dan Pengembangan Stasiun Luar Angkasa Internasional di San Diego, Amerika Serikat.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.