Iran Telah Terima Sebagian Pasokan S-300 dari Rusia

Seorang prajurit berdiri di depan sistem pertahanan udara S-300 pada upacara pembukaan forum internasional ARMY 2015 di taman militer Patriot, di kota Kubinka, wilayah Moskow, 16 Juni 2015.

Seorang prajurit berdiri di depan sistem pertahanan udara S-300 pada upacara pembukaan forum internasional ARMY 2015 di taman militer Patriot, di kota Kubinka, wilayah Moskow, 16 Juni 2015.

Ramil Sitdikov/RIA Novosti
Iran telah menerima sebagian pesanan sistem pertahanan udara S-300 dari Rusia, dan bahkan telah memamerkan sistem tersebut pada peringatan Hari Tentara Nasional Iran pertengahan April lalu.

Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan mengonfirmasi bahwa Iran telah menerima sebagian pesanan sistem pertahanan udara S-300 dari Rusia. 

"Iran telah mendapatkan sistem pertahanan S-300," kata Juru Bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran Seyed Hossein Naghavi Hosseini, Rabu (20/7). Informasi itu didapatkan dari pernyataan Dehghan saat pertemuan komite pada hari itu.

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Iran, Rusia mengirimkan sistem pertahanan S-300 pesanan Iran pertama kali pada 11 April. Sistem persenjataan tersebut bahkan telah dipamerkan pada peringatan Hari Tentara Nasional Iran pertengahan April lalu.

Dua sistem radar, operator, dan kendaraan komando S-300, beserta mesin derek untuk mengangkat rudal, telah dipamerkan selama parade. Sumber: PressTV News Videos / YouTube

Kepala Perusahaan Rusia Rostec Sergei Chemenov pada Selasa (19/7) menyebutkan pihaknya hendak menyelesaikan pengiriman pesanan Iran pada akhir 2016.

Iran dan Moskow menandatangani kontrak pasokan lima unit S-300 pada 2007 lalu. Namun, realisasi kontrak senilai 900 dolar AS tersebut sempat terhambat karena Dewan Keamanan PBB memperpanjang sanksi embargo senjata kepada Iran pada 2010.

Negosiasi kontrak kembali digelar pada April 2015 setelah Iran sepakat untuk membatasi program fasilitas nuklirnya dan melaporkan segala aktivitas nuklirnya pada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

S-300 merupakan rudal sistem pertahanan udara buatan Rusia yang mampu menjelajah hingga 150 kilometer, dengan maksimum ketinggian jelah 30 kilometer. Setiap kendaraan peluncur S-300 memiliki empat tabung peluncur (dua rudal per target). Satu batalion S-300 terdiri dari enam kendaraan peluncur dengan total 24 rudal, ditambah dengan kendaraan komando dan operasional serta kendaraan pengangkut radar jarak jauh.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.