Potensi Ledakan Gunung Toba Masih Tinggi

Danau Toba yang kita kenal saat ini merupakan danau tekto-vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk sekitar 75 ribu tahun lalu.

Danau Toba yang kita kenal saat ini merupakan danau tekto-vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk sekitar 75 ribu tahun lalu.

Ziegler/Wikipedia
Pada kedalaman 150 Km di bawah lempeng litosfer, terbentuk arus magma cair yang terus naik ke atas permukaan.

Sejumlah ahli geofisika Rusia (tepatnya dari Novosibirsk, Tomsk, dan Petropavlovsk-Kamchatsky), Prancis, Arab Saudi, dan Mesir menjabarkan penelitian mereka terhadap struktur gunung berapi raksasa atau supervulkan Toba di Sumatera Utara, yang merupakan gunung berapi raksaksa paling berbahaya di muka bumi.

Seperti yang dilansir Lenta.ru, berdasarkan pengamatan seismik yang dijalankan para ahli tersebut, pada kedalaman 150 kilometer di bawah lempeng litosfer terbentuk arus magma cair yang terus naik ke atas permukaan.

Hal tersebut membentuk sebuah kantong magma dengan volume 50 ribu kilometer kubik yang terletak pada kedalaman 75 kilometer di bawah danau Toba. Letusan gunung api raksaksa akan terjadi ketika tekanan dalam kantong tersebut mencapai titik kritis. Dalam kasus tersebut, magma akan naik ke atas dan memuntahkan cairannya ke permukaan bumi secara eksplosif.

Para ahli sendiri tak yakin apakah letusan gunung api raksasa Toba dapat dihindari, tapi mereka tidak mengesampingkan hal tersebut. Diketahui bahwa pusat geologi di Yellowstone, Amerika Serikat, juga memiliki struktur yang mirip dengan Gunung Toba.

Gunung Toba merupakan gunung api raksasa yang aktif dan berada dalam kategori sangat besar. Danau Toba yang kita kenal saat ini merupakan danau tekto-vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk sekitar 75 ribu tahun lalu.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Lenta.ru.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.