Moskow Siap Kerja Sama dengan NATO Jika Aliansi Hormati Kedaulatan Rusia

Kerja sama itu harus menjunjung prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan strategis bersama.

Moskow akan selalu bersiaga melindungi kedaulatan wilayahnya meski NATO terus melakukan ekspansi dan meningkatkan aktivitasnya di dekat perbatasan Rusia, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Senin (18/7).

Pada pertemuan Dewan Rusia-NATO, Lavrov telah menekankan bahwa perjuangan memberantas terorisme tak berhubungan dengan perluasan aktivitas NATO maupun penempatan infrastruktur militer aliansi tersebut di perbatasan Rusia.

"Saya tegaskan sekali lagi, Rusia akan selalu mempertahankan kedaulatan dan menjamin keamanan warganya," kata Lavrov.

Namun, sang menlu juga mengatakan bahwa negaranya siap bekerja sama dengan NATO untuk menjamin keamanan Eropa serta mengatasi masalah terorisme.

Rusia, lanjut Lavrov, selalu bersedia menjalin hubungan dengan semua negara Eropa, selama kerja sama tersebut saling menguntungkan serta menjunjung prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan strategis bersama. "Kami menjunjung tinggi kesetaraan dalam hubungan antara NATO dan Rusia," ujar Lavrov.

Lavrov memaparkan, Rusia siap bekerja sama secara serius dalam menangani isu keamanan politik dan militer di zona Eropa-Atlantik, untuk menghadapi 'tantangan nyata, bukan yang dibuat-buat'.

Sementara dari pihak NATO mengatakan bahwa NATO tidak perlu meningkatkan eksistensi militernya di Eropa Timur jika Rusia menghindari penumpukan militernya. Menurut Ketua Komite Militer NATO Petr Pavel, Rusia perlu menunjukkan adanya itikad untuk melakukan negosiasi perihal transparansi dan pengurangan risiko dengan aliansi.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.