Khawatir dengan Situasi di Turki, Putin Hubungi Erdoğan

Presiden Putin meminta Presiden Erdoğan memastikan keselamatan dan keamanan para turis Rusia di Turki.

Presiden Rusia Vladimir Putin menghubungi Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan setelah mendengar terjadinya upaya kudeta di Istanbul dan Ankara, demikian dilaporkan Kremlin. Kremlin menyebutkan dialog tersebut diinisiasi oleh pihak Rusia.

Pascapercobaan kudeta di Turki yang berlangsung pada 16 Juli lalu, Presiden Putin menegaskan Rusia hanya mendukung pemerintah berdaulat di Turki. “Rusia tidak menerima aksi yang bertentangan dengan konstitusi sebuah negara dan menggunakan kekerasan,” terang pernyataan resmi Kremlin. “Putin juga menyampaikan belasungkawa bagi para korban akibat upaya kudeta di Ankara, serta dukungan moral agar Turki dapat segera mengembalikan stabilitas politik dan keamanannya.”

Tak lupa, Putin juga meminta Erdoğan memastikan keselamatan dan keamanan para turis Rusia di Turki, apalagi Rusia baru saja menghapus larangan untuk berwisata ke negara tersebut.

Kremlin menyebutkan kedua presiden akan bertemu secara langsung dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan terbaru, upaya kudeta di Turki menewaskan 265 orang dan 1.440 warga lainnya mengalami luka-luka. Kelompok militer melancarkan aksi kudeta sejak Jumat (15/7) malam hingga Sabtu (16/7) dengan mengebom gedung parlemen dan kediaman presiden Turki di Ankara.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.