2020, Krimea Targetkan Sambut Tujuh Juta Turis dalam Setahun

Pihak kementerian menilai Krimea perlu membentuk “variasi tujuan wisata” agar wisatawan tak hanya berkunjung saat musim panas.

Pihak kementerian menilai Krimea perlu membentuk “variasi tujuan wisata” agar wisatawan tak hanya berkunjung saat musim panas.

shutterstock
Pemerintah Krimea berharap bisa meningkatkan jumlah turis seperti era Uni Soviet dahulu.

Pemerintah Krimea berencana melipatgandakan turis yang mengunjungi semenanjung Krimea hingga mencapai rekor seperti era Uni Soviet, yakni delapan juta turis. Demikian hal tersebut dilaporkan RT.

“Sebagai bentuk hasil dukungan pemerintah mengintegrasikan maskapai di Krimea dengan kota-kota di Rusia, serta peningkatan kapasitas di Selat Kerch, jumlah wisatawan pada 2015 mencapai 4,6 juta orang, meningkat 800 ribu orang dibanding tahun sebelumnya,” terang Kementerian Perekonomi Krimea saat mempresentasikan rencana pembangunan sosial dan ekonomi Krimea hingga 2030.

Pada 2020, Krimea diperkirakan akan menyambut 7,7 juta turis per tahunnya, dan sepuluh tahun berikutnya jumlah tersebut akan meningkat menjadi 8,3 juta orang.

Pemerintah Krimea berharap bisa meningkatkan jumlah turis seperti era Uni Soviet dahulu. “Pada 1980-an, Semenanjung Krimea dikunjungi oleh lebih dari 7 – 8 juta wisatawan, dengan puncaknya pada 1988 sebanyak 8,3 juta wisatawan,” tutur pihak kementerian.

Untuk meningkatkan pariwisata di kawasan tersebut, pihak kementerian menilai Krimea perlu membentuk “variasi tujuan wisata” agar wisatawan tak hanya berkunjung saat musim panas.

Pemerintah Krimea berniat menghapus larangan pembangunan infrastruktur, melakukan eksplorasi lokasi yang berpotensi untuk dijadikan sebagai tempat wisata, serta membentuk pelatihan industri pariwisata.

Menurut Pemimpin Krimea Sergei Aksenov, semenanjung tersebut dapat memfasilitasi akomodasi dan hiburan yang setara seperti resor di Mesir dan Turki. Saat ini, sudah ada 262 hotel dan resor di Krimea.

Zona ekonomi bebas pajak Krimea yang berlaku sejak Maret 2014 membuat semenanjung tersebut menarik perhatian para investor. Pebisnis Turki, Tiongkok, dan Arab Saudi telah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Krimea. Diperkirakan, pebisnis Turki akan berinvestasi sebesar 12 miliar dolar AS di Krimea. Saat ini, mereka telah menandatangani untuk pembangunan hotel bintang lima di ibu kota Krimea, Simferopol.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.