Jika Terpilih Sebagai Presiden, Trump Bisa Redakan Ketegangan Rusia-AS

Donald Trump diyakini dapat mengurangi ketegangan politik antara AS dan Rusia bila ia terpilih sebagai presiden AS.

Anggota Senat AS asal Virginia Richard Black mengatakan bahwa calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, dapat mengurangi ketegangan politik antara AS dan Rusia bila ia terpilih sebagai presiden AS pada November nanti. Demikian hal tersebut diberitakan oleh Sputnik, Selasa (19/7).

“Apabila Trump menjabat sebagai presiden AS, kita akan menyaksikan pemulihan kerja sama dengan Rusia yang membantu kita memenangkan perang melawan terorisme,” tutur Black. Ia juga yakin Trump bisa mengurangi ketegangan politik antara kedua negara tersebut.

Sebelumnya, pada Juni lalu Trump mengatakan bahwa jika ia terpilih menjadi presiden AS, ia akan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Washington. Trump juga menekankan bahwa kerja sama dengan Rusia akan dapat menghancurkan kelompok teroris ISIS.

Terkait hal tersebut, Black menyebutkan bahwa keinginan Trump untuk bekerja sama dengan Rusia membuat orang-orang yang di sekitarnya menjadi gelisah. “Trump dengan jelas telah menyatakan bahwa ia tidak melihat adanya alasan untuk terus bersitegang dengan Rusia, dan saya setuju dengan hal itu,” ujar Black.

Senator Richard Black baru-baru ini menghiasi halaman pertama media-media AS setelah mengunjungi Suriah untuk bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Hubungan politik antara Moskow dengan Washington menegang sejak krisis Ukraina dan reunifikasi Krimea kepada Rusia pada 2014 lalu.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.