Washington Diminta Bina Hubungan dengan Militer Turki Jika Kudeta Berhasil

Menurut politikus AS, militer Turki melihat kebijakan presidennya "sedikit berbahaya" bagi keamanan negara.

Washington harus menjaga hubungan dengan militer Turki jika kudeta berhasil mengambil alih negara itu, kata Ketua Komite Keamanan Negara AS Michael McCaul, sebagaimana yang dikutip Sputnik.

"Militer kami menikmati hubungan yang sangat baik dengan militer Turki. Namun, jika kudeta ini berhasil, saya pikir mengembangkan hubungan (dengan miiter Turki) sangat penting untuk mempertahankan status sekutu NATO dengan negara itu," kata McCaul dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Jumat (15/7).

Sang politikus berpendapat bahwa militer Turki telah melihat kebijakan Presiden Recep Tayyip Erdoğan "sedikit berbahaya" bagi keamanan negara.

"Militernya (Erdoğan) menjadi lebih sekuler, sedangkan Presiden Erdoğan lebih menonjolkan sisi keagamaannya," ujar McCaul. "Dengan serangan di bandara Istanbul baru-baru ini, dengan berbagai serangan ISIS baru-baru ini, dengan Rusia di kawasan itu, saya pikir apa yang Anda lihat sekarang (kudeta militer) terjadi sebagai respons atas kebijakan (pemerintah Turki) yang telah diambil."

Pada Jumat (15/7), Perdana Menteri Turki Binali Yıldırım telah mengumumkan adanya upaya militer untuk melancarkan kudeta di negara itu. Haberturk TV melaporkan bahwa tank-tank telah tiba di pintu masuk Bandara Ataturk di Istanbul. Reuters melaporkan, mengutip saksi mata, bahwa bandara telah ditutup.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.