PM Rusia: Kudeta di Turki Bukti Kontradiksi Antara Rakyat dan Tentara

Moskow harus mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan demi melindungi kepentingan warga Rusia yang berada di Turki.

Peristiwa (kudeta) di Turki menunjukkan fakta adanya kontradiksi serius di dalam masyarakat dan militer negara itu, kata Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, seperti yang dikutip Sputnik.

"Pada saat yang sama, apa yang telah terjadi menunjukkan bahwa dalam masyarakat dan Tentara Republik Turki terdapat kontradiksi serius yang menyebabkan terjadinya semua peristiwa ini. Waktu akan mengungkapkan apa yang terjadi selanjutnya," kata sang perdana menteri.

Medvedev menambahkan bahwa Moskow harus mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan demi melindungi kepentingan warga Rusia yang berada di Turki.

"Dalam kasus apa pun, kita harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan warga negara kami, serta perusahaan-perusahaan kami, kata Medvedev menekankan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki Binali Yıldırım telah mengumumkan adanya upaya militer untuk melancarkan kudeta di negara itu. Pada Sabutu (16/7), pemerintah Turki sempat berada di bawah kepungan faksi pasukan militer yang berusaha untuk mengakhiri pemerintahan Presiden Erdoğan. Militer Turki menyebut bahwa pemimpin Turki telah membawa negara tersebut menjauh dari nilai-nilai sekuler yang telah lama dipegang Turki.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.