Dibantu Jet-jet Rusia, Tentara Suriah Berhasil Rebut Kembali 586 Permukiman

Tiga ladang minyak dan gas juga telah kembali di bawah kendali pemerintah.

Berkat bantuan jet-jet tempur dan serangan artileri Rusia, pasukan Suriah berhasil merebut kembali 586 permukiman yang sebelumnya dikuasi teroris, kata Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu, Jumat (15/7).

"Dengan dukungan penuh dari pesawat-pesawat dan kelompok artileri Rusia, pasukan Suriah telah merebut kembali 586 permukiman, termasuk 150 kota, dan lebih dari 12 ribu kilometer persegi daratan. Hasil ini memungkinan 264 ribu pengungsi untuk kembali ke rumah-rumah mereka," kata sang menteri pada konferensi sains militer.

Shoigu mengatakan, tiga ladang minyak dan gas juga telah kembali di bawah kendali pemerintah. Tadmur dan al-Qaryatayn, dua kota yang sangat penting, juga telah dibebaskan, kata Shoigu menambahkan.

"Tapi yang paling penting adalah bahwa perluasan aktivitas kelompok teroris ke wilayah-wilayah terdekat telah dihentikan," kata menhan Rusia.

"Operasi Pasukan Kedirgantaraan Rusia telah membalikkan situasi dalam mendukung pemerintah yang sah di Suriah," kata Shoigu seraya menambahkan bahwa sebagai akibat dari serangan udara Rusia, berbagai fasilitas teroris telah sepenuhnya terganggu pada daerah-daerah tertentu. Shoigu mengatakan, rute utama untuk memasok militan bersenjata dengan senapan dan amunisi pun telah diblokir.

"Sampai hari ini, unit militan utama telah dikalahkan di wilayah Hama dan Homs, Selain itu, orang-orang bersenjata telah diusir dari Latakia dan wilayah selatan dan utara Damaskus," kata Shoigu. "Rute transportasi utama yang menghubungkan ibu kota dengan bagian utara negara itu telah dibebaskan," tambahnya.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.