Presiden Tatarstan Sambut Hangat Rencana ‘Sister City’ dengan Aceh

Masjid Kul Sharif di Kazan dibangun di lokasi kuil menara masjid legendaris, yang dihancurkan oleh Ivan Grozny selama kampanye militernya pada 1547 – 1552. Masjid dengan enam menara setinggi 55 meter ini merupakan bagian dari Kompleks Arsitektur dan Sejarah Kremlin Kazan, yang dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia pada 2000.

Masjid Kul Sharif di Kazan dibangun di lokasi kuil menara masjid legendaris, yang dihancurkan oleh Ivan Grozny selama kampanye militernya pada 1547 – 1552. Masjid dengan enam menara setinggi 55 meter ini merupakan bagian dari Kompleks Arsitektur dan Sejarah Kremlin Kazan, yang dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia pada 2000.

Lori
Dubes RI untuk Rusia menyampaikan keinginannya terkait kerja sama Sister City antara Republik Tatarstan dengan Daerah Istimewa Aceh.

Dalam pertemuan Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus M. Wahid Supriyadi bersama Presiden Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov di ibu kota Tatarstan, Kazan, Dubes Wahid menyampaikan keinginannya terkait kerja sama sister city atau kota kembar antara Republik Tatarstan dengan Daerah Istimewa Aceh.

"Republik Tatarstan menjadi wilayah tempat masuknya Islam pertama kali ke tanah Rusia pada abad X. Provinsi Aceh juga merupakan kota masuknya Islam pertama kali di Indonesia pada abad XIII," kata Dubes Wahid seperti yang dilansir portal berita Detik.com.

Kota Kembar

Kota kembar atau kota bersaudara adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk.Kota kembar umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi. Konsep kota kembar bisa diumpamakan sebagai sahabat pena antara dua kota. Hubungan kota kembar sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerjasama di bidang budaya dan perdagangan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov pun menyampaikan pandangannya bahwa Islam dapat menjadi perekat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Rusia.

"Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, begitu pula Tatarstan yang merupakan pusat Islam di Rusia. Kesamaan sejarah dan tradisi ini dapat membantu kita untuk lebih saling memahami satu sama lain, termasuk pada sektor bisnis," kata Minikhanov.

Berdasarkan berita yang dirilis oleh KBRI, Minggu (10/7), Minikhanov berjanji akan mengirimkan delegasi pada pameran dagang, pariwisata, investasi, dan seni budaya "Festival Indonesia 2016" yang akan digelar KBRI Moskow di Hermitage Garden, Moskow, pada 20 — 21 Agustus mendatang.

Dalam pertemuan itu, Presiden Rusman Minikhanov juga sempat menyinggung sejumlah bidang kerja sama ekonomi yang berpotensi untuk dikembangkan, misalnya di bidang perminyakan, petrokimia, rekayasa, manufaktur komponen otomotif dan helikopter, kedokteran, pertanian, teknologi informasi, pendidikan dan penelitian, dan lain-lain.

Dubes Wahid sepakat dengan pernyataan Presiden Tatarstan dan menyatakan keinginannya pada peningkatkan kerja sama di bidang pariwisata, termasuk mengenai penyederhanaan prosedur visa ke Rusia bagi WNI.

"Saya yakin kunjungan wisatawan dari Indonesia ke Rusia, termasuk ke Republik Tatarstan akan meningkat jika prosedur visa Rusia bagi warga Indonesia dapat dipermudah,” kata Dubes Wahid menambahkan.

Dubes Wahid juga mengundang delegasi Republik Tatarstan untuk menghadiri pameran dagang "Trade Expo Indonesia" dan pameran pendidikan "Education Expo" di Jakarta pada pertengahan Oktober 2016 mendatang yang disambut baik oleh Presiden Rustam Minikhanov.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.