Parlemen Siprus Hapus Sanksi Anti-Rusia

Sebanyak 33 anggota parlemen mendukung keputusan tersebut.

Sekretaris Partai Buruh Progresif (AKEL) Maria Pelekanou menyebutkan bahwa parlemen Siprus telah mengadopsi keputusan untuk menghapus sanksi anti-Rusia, yang dijatuhkan Uni Eropa, pada Kamis (7/7) lalu. Demikian keputusan tersebut dilaporkan oleh Sputnik.

Dalam pemungutan suara terkait penghapusan sanksi anti Rusia di parlemen Siprus, Pelekanou mengatakan, 33 anggota parlemen mendukung keputusan tersebut, sedangkan 17 anggota parlemen lainnya menyatakan abstain (netral). “Anggota parlemen yang abstain ialah kader Partai Persatuan Demokratis,” terang Pelekanou kepada media Rusia RIA Novosti.

Sejak 2014 hubungan Rusia dengan Uni Eropa memburuk akibat krisis yang terjadi di Ukraina. Uni Eropa, AS, beserta sekutunya telah menjatuhkan beberapa putaran (paket) sanksi terhadap Rusia sejak Krimea memutuskan untuk bergabung dengan Rusia dan muncul tuduhan intervensi Kremlin di Ukraina pada 2014. 

Siprus sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa sebelumnya turut mengadopsi sanksi tersebut. Rusia telah berulang kali membantah tuduhan terkait intervensi di Ukraina dan mengingatkan konsekuensi pemberlakuan sanksi dari negara-negara Barat yang dapat merusak stabilitas dunia.

Sebelumnya pada awal bulan ini, Dewan Uni Eropa telah memutuskan untuk memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Rusia hingga enam bulan mendatang. 

Sanksi yang dijatuhkan Uni Eropa terhadap Rusia ini berupa pembatasan akses bagi perusahaan atau institusi-institusi finansial, energi, dan pertahanan Rusia ke pasar Uni Eropa. Selain itu, sanksi juga berlaku terhadap perdagangan senjata dan membatasi akses Rusia terhadap beberapa teknologi terkait produksi perminyakan.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.