Analis Amerika Sebut KTT NATO di Warsawa Bukan untuk Stabilitas Eropa

NATO memungkinkan Amerika Serikat untuk berkuasa atas keamanan Eropa.

Pelaksanaan KTT NATO di Warsawa yang difokuskan pada upaya "menangkis ancaman Rusia terhadap mantan anggota Pakta Warsawa" berubah menjadi "teater absurd", tulis dua orang analis Amerika, Harvey Sapolsky dan Elizabeth Barnes, seperti yang dikutip Sputnik.

Berdasarkan publikasi kedua analis di media massa, pertemuan tahun ini tak ada hubungannya dengan isu pertahanan kolektif.

Rencana penyebaran empat batalion tambahan ke Polandia dan negara-negara Baltik tidak benar-benar bertujuan untuk "menakut-nakuti" Rusia. Ada kemungkinan bahwa langkah ini menjadi "jaminan murah bagi negara-negara di wilayah NATO yang berbatasan dengan Rusia, yang mungkin menjadi khawatir akibat ketakutan NATO akhir-akhir ini terkait persenjataan Rusia," tulis Sapolsky dan Barnes untuk The National Interest.

Namun, jika aliansi itu benar-benar tertarik dalam menjaga stabilitas di Baltik, alih-alih mengerahkan pasukan, NATO seharusnya akan fokus pada penguatan sistem politik lokal, dan terutama, perlakuan yang adil dan integrasi efektif terhadap negara-negara minoritas yang berbahasa Rusia, tulis kedua analis.

NATO tidak memiliki rencana tersebut karena aliansi itu bukan lagi sebagai mekanisme pertahanan kolektif dan stabilitas global.

Menurut artikel itu, NATO memungkinkan Amerika Serikat untuk "berkuasa atas keamanan Eropa". Seluruh tugas dan tujuan lainnya, termasuk yang dibahas di Warsawa, hanya untuk "mengalihkan perhatian dari realitas ini".

Batalion NATO di Polandia dan negara-negara Baltik tidak akan mampu melawan pasukan Rusia. Diperlukan beberapa brigade NATO untuk melawan pasukan Rusia, kata ahli militer Joseph Henrotin.

"Ada latihan (militer) yang meniru invasi Rusia di Baltik. Kemudian, 22 batalion Baltik dikalahkan oleh 17 batalion Rusia. Empat batalion (NATO) tambahan tidak akan mengubah situasi. Dalam hal ini, diperlukan beberapa brigade," kata Henrotin kepada jaringan RTBF.

KTT NATO berlangsung di ibu kota Polandia Warsawa pada 8 – 9 Juli. Aliansi telah sepakat untuk mengerahkan empat batalion ke Latvia, Lituania, Estonia, dan Polandia. Negara-negara anggota NATO juga memutuskan untuk meluncurkan perisai pertahanan rudal Eropa dan meningkatkan kehadiran mereka di Laut Hitam.

Menanggapi hal ini, Rusia telah berulang kali mengatakan Moskow akan memberikan respons yang memadai atas ekspansi NATO di dekat perbatasannya. Secara khusus, pada Mei, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengumumkan penciptaan divisi baru, termasuk di Distrik Militer Barat dan Selatan.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.