Mutakil, Istishadi, atau Al-Inghmasi: Status Mematikan Anggota Baru ISIS

ISIS memberi tiga pilihan ‘pekerjaan’ bagi anggota baru mereka, yang bersifat mematikan

ISIS memberi tiga pilihan ‘pekerjaan’ bagi anggota baru mereka, yang bersifat mematikan bagi teroris itu sendiri dan para korbannya. ‘Mutakil’, ‘Istishadi’, dan ‘Al-Inghmasi’ adalah ketiga pilihan yang diberikan organisasi teroris tersebut bagi anggota baru mereka. Demikian hal tersebut disampaikan oleh sumber dari Kementerian Dalam Negeri India, seperti yang dilaporkan Sputnik.

“Anggota baru yang bergabung dengan ISIS diberi tiga pilihan, , yakni ‘Mutakil’ untuk mereka yang ingin bertempur di garis depan, atau ‘Istishadi’ dan ‘Al-Inghmasi’ bagi mereka yang mau melakukan aksi bom bunuh diri. Pejihad dari kedua kategori terakhir tak diharapkan kembali,” terang sumber dari Kementerian Dalam Negeri India.

Ketiga pilihan yang diberikan oleh ISIS ini terbongkar setelah badan intelijen India menangkap para tersangka yang berafiliasi dengan kelompok teroris tersebut. Para tersangka mengungkapkan bahwa serangan di Paris dan Brussel dilakukan oleh kelompok ‘Istishadi’. Berdasarkan penjelasan tersangka, penganut ‘Istishadi’ menyerang secara langsung dan menembakkan senjata mereka hingga mereka tewas.

Badan intelijen India menjelaskan bahwa “penganut ‘Istishadi’ telah dilatih khusus untuk menyerang sasaran secara nonstop sebelum kelompok antiteroris tiba di lokasi. Mereka (penganut Istishadi) tak dilatih untuk misi penculikan dan penawanan. Mereka dilatih untuk menyelesaikan tugas mereka secepat mungkin dan menjadi syuhada (mati syahid).” Penganut ‘Istishadi’ dilatih untuk melancarkan aksinya di wilayah perkotaan.

Sementara, penganut ‘Al-Inghmasi’ berasal dari jajaran atas ISIS. Kelompok ‘Al-Inghmasi’ ditugaskan untuk melancarkan aksi yang berasal dari para petinggi ISIS. Para penganut ‘Al-Inghmasi’ merupakan kombinasi dari penganut ‘Makati’ dan ‘Istishadi’.

Menurut pakar pertahanan Qamar Agha, penganut ‘Istishadi’ dan ‘Al-Inghmasi’ menganggap diri mereka sebagai pejihad. “Mereka didoktrin oleh ISIS untuk melancarkan jihad di jalan Allah. Mereka menganggap kematian mereka sebagai jalur utama menuju syuhada,” terang Agha.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.