Jatuhkan Sanksi pada Sektor Pertahanan Rusia, AS Dianggap Dukung Teroris

Sanksi AS terhadap industri pertahanan Rusia dapat dianggap sebagai dukungan langsung terhadap teroris.

Sanksi AS terhadap industri pertahanan Rusia, yang telah membantu Suriah melawan ISIS, dapat dianggap sebagai dukungan tak langsung terhadap teroris. Demikian hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, Sabtu (2/7), seperti yang dikutip Sputnik.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Washington menjatuhkan sanksi kepada 38 entitas asing dan individu dari sepuluh negara, termasuk Rusia, Tiongkok, dan negara-negara lain pada 28 Juni 2016, setelah melanggar Traktat Nonproliferasi Iran, Korea Utara, dan Suriah. Sanksi tersebut berlaku selama dua tahun.

“Sekali lagi, dengan memberikan tekanan kepada sejumlah kompleks industri militer Rusia — dengan dalih kerja sama dengan negara-negara lain, khususnya Suriah — AS telah menunjukkan esensi kebijakan (politik luar negeri) mereka. Bagaimana lagi kita bisa menginterpretasikan keinginan Gedung Putih untuk melarang perusahaan-perusahaan Rusia — yang selama ini telah membantu rakyat Suriah untuk melawan ISIS dan kelompok teroris lainnya — jika itu bukan sebagai dukungan tak langsung bagi teroris?” kata Ryabkov.

Traktat Nonproliferasi Iran, Korea Utara, dan Suriah memungkinkan Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi kepada pemerintah asing, perusahaan, dan individu yang terlibat dalam kegiatan proliferasi.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.