Ukraina Belum Ajukan Proposal untuk Melanjutkan Pembelian Gas Rusia

Menteri energi Rusia menyebutkan bahwa tak akan ada perubahaan kontrak pasokan gas antara Gazprom dan Naftogaz.

Kementerian Energi Rusia belum menerima proposal dari Ukraina untuk melanjutkan pasokan gas dari Rusia ke Ukraina, demikian disampaikan Wakil Menteri Energi Rusia Anatoly Yanovsky pada Kamis (23/6), seperti dikutip Sputnik.

Pada Juni lalu, perusahaan minyak dan gas Ukraina Naftogaz menawarkan perusahaan energi raksasa Rusia Gazprom untuk menandatangani kontrak tambahan bagi pasokan gas mereka yang mencakup pengiriman gas pada tiga kuartal mendatang. Naftogaz menyebutkan bahwa Gazprom akan menjadi pemasok utama bagi Ukraina jika harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga yang dipasang perusahaan-perusahaan Eropa.

"Di tingkat kementerian, kami belum menerima proposal dari mereka," kata Yanovsky.

Sebelumnya, Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyebutkan bahwa tak akan ada perubahaan kontrak pasokan gas antara Gazprom dan Naftogaz.

Pada November 2015, Ukraina menunda pembelian gas Rusia, dengan alasan harga yang ditawarkan oleh mitra di Eropa justru jauh lebih rendah dibanding harga yang ditawarkan oleh Moskow.

Pada Sabtu (18/6) lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina dapat melanjutkan kerja sama gas secara normal setelah Kiev menyadari bahwa mereka tak lagi memiliki monopoli atas transit gas ke Eropa.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.