Kunjungi Beijing, Putin Akan Perkuat Kerja Sama Ekonomi Rusia-Tiongkok

Ppertemuan kedua presiden akan membahas pembangunan ekonomi dan perdagangan, investasi, serta pertukaran budaya dan penelitian.

Dalam kunjungan ke Beijing pada Sabtu (25/6) mendatang, Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan menandatangani 30 dokumen kerja sama bilateral, demikian diberitakan oleh RT, (21/6).

“Semua pertemuan antarkepala negara kita (Rusia dan Tiongkok) merupakan peristiwa penting berskala global,” terang Duta Besar Rusia untuk Tiongkok Andrey Denisov kepada media Rusia TASS.

Denisov menyebutkan bahwa Kremlin memiliki lebih dari 30 dokumen yang ditawarkan kepada Beijing, dan saat ini dokumen tersebut sedang dalam tahap persiapan. Namun, ia menjelaskan bahwa dokumen tersebut belum bisa untuk diumumkan kepada publik karena merupakan ‘rahasia negara’ dan masih dalam tahap negosiasi. Oleh karena itu, Denisov mengatakan bahwa masih perlu waktu untuk mengumumkan dokumen-dokumen tersebut.

Hubungan kerja sama dagang Rusia dengan Tiongkok pada awalnya hanya terkait komoditas biasa. Akan tetapi, Denisov menambahkan bahwa saat ini pertukaran proyek investasi juga termasuk dalam hubungan dagang Rusia-Tiongkok. “Hal ini tentu memberikan dampak positif dan memperkuat hubungan ekonomi yang pada awalnya hanya berhubungan dengan komoditas biasa. Hal inilah yang ingin kami capai,” ujar Denisov.

Situs resmi Kremlin menyebutkan bahwa pertemuan Putin dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan membahas pembangunan ekonomi dan perdagangan, investasi, serta pertukaran budaya dan penelitian. Pertemuan tersebut juga akan membahas interaksi kedua negara dalam wadah multilateral seperti PBB, BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan), G20, serta terkait implementasi kesepakatan-kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Shangcai (SCO) pada 23 – 24 Juni 2016 yang akan diadakan di Taskhent, Uzbekistan.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.