Kerry Sebut AS Hilang Kesabaran di Suriah, Moskow: Harusnya Itu Kami

Rusia telah mendesak AS selama berbulan-bulan untuk memetakan posisi para kelompok bersenjata di Suriah.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata sekaligus Wakil Menteri Pertahanan Rusia Valery Gerasimov merespons pernyataan Menlu AS John Kerry pada Rabu lalu (15/6) terkait menipisnya kesabaran AS dalam krisis Suriah. 

Awalnya, Kerry mengatakan bahwa “Rusia harus sadar bahwa kesabaran AS sangat terbatas terutama terkait pertanggungjawaban Bashar al-Assad (Presiden Suriah),” demikian diberitakan RT.

Merespons pernyataan Kerry, Gerasimov menyebutkan bahwa seharunya Rusia-lah yang sudah kehilangan kesabaran terhadap AS. “Jika ada pihak yang kesabarannya menipis terkait masalah di Suriah, pihak tersebut adalah kami, bukan AS,” ujar Gerasimov.

Gerasimov mengatakan pihaknya telah berupaya mengajak AS bekerja sama untuk memberantas kelompok teroris di Suriah. Namun, AS meminta Rusia menghentikan serangan udara karena terdapat kelompok ‘oposisi moderat’ berada di wilayah teroris. “Rusia telah menaati aturan gencatan senjata sepenuhnya dan mengupayakan upaya rekonsiliasi di Suriah. Sementara dari sisi AS, mereka selalu bermasalah dengan kelompok oposisi moderat yang mereka dukung,” terang Gerasimov.

Rusia telah mendesak AS selama berbulan-bulan untuk memetakan posisi para kelompok bersenjata di Suriah untuk mencegah terjadinya insiden dan penyerangan terhadap kelompok yang melawan kelompok teroris ISIS dan Front Al-Nusra di Suriah. Namun, hingga saat ini AS belum menyerahkan posisi kelompok-kelompok tersebut.

“Alhasil, kelompok teroris di Suriah kembali terorganisir dan ketegangan di kawasan tersebut mengalami peningkatan. Hal seperti ini tak boleh terus berlanjut,” ujar Gerasimov. Ia juga menambahkan, Rusia telah memberikan informasi kelompok teroris kepada AS selama tiga bulan terakhir.

Gerasimov menyalahkan tindakan AS yang memberlakukan standar ganda terkait pelanggaran gencatan senjata. “Menurut mereka (AS), serangan terhadap tentara Suriah dan warga sipil oleh kelompok militan termasuk dalam kategori ‘pelanggaran yang tidak signifikan’. Sebaliknya, respons tentara Suriah terhadap aksi militan tersebut dikategorikan sebagai ‘serangan yang tidak sepadan terhadap pihak oposisi,” kata Gerasimov.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.