Termasuk Anak-anak, Delapan Pengungsi Suriah Ditembak di Perbatasan Turki

Tiga orang anak, empat perempuan, dan satu laki-laki Suriah diketahui ditembak mati di perbatasan Turki pada Sabtu (18/6) malam.

Tiga orang anak, empat perempuan, dan satu laki-laki Suriah diketahui ditembak mati di perbatasan Turki pada Sabtu (18/6) malam. Demikian hal tersebut dikabarkan Sputnik, mengutip laporan yang dirilis organisasi Syrian Observatory for Human Rights.

Rami Abdelrahman, sang pendiri organisasi, mengatakan bahwa enam dari korban penembakan berasal dari keluarga yang sama.

"Saya telah mengirim aktivis kami ke rumah sakit di sana, kami punya video (jenazah), tapi kami belum memublikasikannya karena ada anak-anak (yang menjadi korban)," katanya.

Pada saat yang sama, organisasi Koalisi Nasional Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi, menuduh penjaga perbatasan Turki menembaki sekelompok warga sipil yang berusaha menyeberangi perbatasan ke Provinsi Hatay, Turki, dan menewaskan 11 orang.

Komite Koordinasi Lokal, sebuah jaringan aktivis Suriah, mendukung klaim tersebut seraya melaporkan bahwa salah satu anak yang tewas baru berusia enam tahun.

Di lain pihak, seorang pejabat senior Turki mengklaim bahwa insiden itu saat ini sedang diselidiki oleh pihak berwenang Turki, yang, bagaimanapun, "tidak dapat secara independen memverifikasi klaim" tersebut.

"Turki memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi di Suriah utara dan menjalankan kebijakan pintu terbuka, yang berarti kami menerima pengungsi yang hidupnya berada di bawah ancaman," kata sang pejabat yang menolak disebutkan namanya sehubungan dengan peraturan pemerintah.

Menurut Syrian Observatory for Human Rights, sebanyak 60 warga Suriah tewas di perbatasan sejak awal tahun ini.

Turki dilaporkan telah menampung sebanyak 2,7 juta pengungsi Suriah. Namun di sisi lain, para pengungsi Suriah dilaporkan menghadapi tantangan yang signifikan di Turki karena kebanyakan dari mereka tak diizinkan untuk bekerja di Turki, dan ratusan ribu anak-anak Suriah tidak memiliki akses untuk pendidikan.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.