Menlu Rusia Curiga Barat Pertahankan al-Nusra untuk Jatuhkan Rezim Assad

Moskow mencurigai bahwa Barat ingin mempertahankan organisasi teroris Jabhat al-Nusra.

Moskow curiga bahwa Barat ingin mempertahankan organisasi teroris Jabhat al-Nusra dalam beberapa bentuk dan menggunakannya untuk menggulingkan pemerintah Suriah saat ini, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada pertemuan klub diskusi Valdai di sela-sela Froum Ekonomi Sankt Peterburg (SPIEF).

“Ada kesan bahwa saat ini sedang ada perjudian (yang dilakukan Barat -red.) untuk tetap menggunakan al-Nusra sebagai alat demi menggulingkan rezim (Assad),” katanya. “Setidaknya, saya telah mengajukan pertanyaan itu secara langsung kepada John Kerry. Dia bersumpah bahwa mereka (AS) sama sekali tidak melakukan itu. Namun, mengapa Amerika — mengingat kekuatan yang mereka miliki — tak mampu untuk menarik kelompok (oposisi moderat) yang mereka dukung keluar dari wilayah yang dikendalikan para bandit dan teroris?”

Selain itu, Lavrov juga mendesak AS untuk lebih bersabar dalam menghadapi krisis Suriah.

“Saya telah melihat pernyataan John Kerry (terkait kesabaran yang semakin tipis mengenai masa depan Bashar al-Assad -red.) dan saya sangat terkejut,” kata Lavrov. “Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya juga melihat penjelasan Departmen Pertahanan AS terkait pernyataan Kerry tersebut. Kita harus lebih bersabar.”

“Terkait kekhawatiran Kerry — dan dia mengatakan bahwa kesabaran (mereka) semakin menipis karena Rusia dianggap tak dapat berbuat lebih banyak untuk (menekan) Bashar Assad — saya dapat mengatakan bahwa kami tidak membuat perjanjian dengan pihak mana pun bahwa kami akan melakukan sesuatu. Kami sama sekali tidak membuat janji-janji,” kata Lavrov.“Kami sepakat bahwa semua pihak yang bekerja pada penyelesaian Suriah harus berpedoman pada perjanjian yang disepakati Kelompok Internasional Pendukung Suriah, yang diadopsi ke dalam resolusi Dewan Keamanan PBB."

Pada Rabu (15/6) di Oslo, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan bahwa gencatan senjata di Suriah berada dalam bahaya. “Rusia perlu memahami bahwa kesabaran kami terbatas — sebenarnya sangat terbatas dengan apakah Assad akan bertanggung jawab atau tidak,” kata Kerry. Sang menlu berjanji bahwa Amerika Serikat “siap untuk menahan kelompok oposisi” yang telah terlibat dalam pelanggaran gencatan senjata.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.