Rusia Masuk ke dalam Daftar 30 Negara dengan Indeks ‘Soft Power’ Terbesar

Badan penyiaran milik Rusia telah berhasil menarik jutaan penonton nasional maupun internasional.

Dengan mengedepankan proses diplomasi dalam membangun perdamaian di Suriah, Rusia mengokohkan posisinya sebagai lokomotif diplomasi. Demikian hal tersebut diberitakan Sputnik, Selasa (14/6)

Berdasarkan indeks tahunan yang dipublikasikan pada Selasa (13/6) oleh perusahaan konsultan yang berbasis di Inggris, Portland Communications, Rusia merupakan satu dari 30 negara yang dikategorikan sebagai negara yang memiliki ‘soft power’ terbesar di dunia.

Soft power

Kekuasaan lunak (soft power) adalah konsep yang dikembangkan oleh Joseph Nye dari Universitas Harvard untuk menyebut kemampuan menarik perhatian dan menyertai dengan cara selain koersi (kekuasaan keras atau hard power), persuasi menggunakan paksaan atau memberi uang. Kekuasaan lunak adalah kemampuan mengubah pilihan orang lain dengan cara membujuk dan menarik perhatian. Kekuasaan lunak bersifat nonkoersif. Hal-hal yang dipertimbangkan dalam kekuasaan lunak adalah budaya, nilai politik, dan kebijakan luar negeri.
“Terlepas dari situasi di Ukraina dan Krimea, badan penyiaran milik Rusia telah berhasil menarik jutaan penonton nasional maupun internasional. Bahkan, Rusia telah menempatkan kembali posisinya sebagai kekuatan diplomasi, seperti yang dilakukan Rusia dan AS dalam negosiasi perdamaian di Suriah,”

Selain itu, Rusia dilaporkan telah menarik sekitar 29 juta wisatawan tiap tahunnya dan ditambah dengan budaya Rusia yang diapresiasi dan dipelajari oleh masyarakat global.

Tiga negara teratas dalam indeks tersebut adalah AS, Inggris, dan Jerman. 

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.