Pemerintah Prancis Minta UEFA Jatuhkan Sanksi pada Timnas Inggris dan Rusia

Kementerian Dalam Negeri Prancis meminta UEFA untuk menjatuhkan sanksi terhadap tim Inggris dan Rusia.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve telah meminta Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk menjatuhkan sanksi terhadap timnas sepak bola Inggris dan Rusia akibat kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/6) lalu di Marseille. Hal tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan.

"Saya menyambut keputusan UEFA untuk menjatuhkan sanksi kepada tim yang suporter-suporter semu mereka telah melakukan kejahatan. Seharusnya tidak ada toleransi terhadap mereka, baik dari federasi olahraga maupun badan-badan olahraga," kata Cazeneuve.

"Federasi-federasi sepak bola negara bersangkutan, yang para penggemarnya telah memprovokasi, akan mendapat hukuman sebanding hingga ke tingkat yang serius atas insiden-insiden yang dilakukan orang-orang ini, baik di dalam maupun di luar stadion," kata sang menteri.

Cazeneuve mengatakan, peristiwa di Marseille pada Sabtu lalu "benar-benar tidak dapat diterima" baik bagi masyarakat, bagi otoritas negara, maupun bagi mereka yang benar-benar mencintai sepak bola. Dia juga menolak kritik terhadap tindakan yang dilakukan polisi setempat, seraya mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan pertandingan.

Pertandingan antara Inggris dan Rusia pada sesi penyisihan grup di Stade Velodrome, Marseille, Sabtu (11/6) berakhir imbang 1-1. Selama pertandingan, suporter Rusia menembakkan dua senjata suar (flare) dan setelah peluit terakhir, suporter Rusia menerobos sektor suporter Inggris. UEFA telah menggelar proses disipliner terhadap Uni Sepak Bola Rusia setelah peristiwa di dalam stadion atas gangguan kerumunan, tembakan kembang api, dan membuat penghinaan rasis.

Pertama kali dipublikasikasn oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.