Politikus Rusia Sebut Perpanjangan Sanksi Barat Sama Sekali Tak Mengejutkan

Perpanjangan sanksi terhadap Rusia merupakan sesuatu yang telah diperkirakan.

Perpanjangan sanksi negara-negara Barat terhadap Rusia bukanlah hal yang mengejutkan. Demikian hal tersebut diutarakan Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) Rusia Alexei Puskhov, seperti yang dikutip Sputnik, Jumat (10/6).

Menurut Puskhov, perpanjangan sanksi terhadap Rusia merupakan sesuatu yang telah diperkirakan. “Sinyal dari negara-negara Barat untuk memperpanjang kebijakan (sanksi terhadap Rusia) tersebut bukan lagi sebuah kejutan. Pertimbangan ini telah ditentukan pada saat pelaksanaan KTT G7 terakhir” ujar Puskhov.

Pada Mei lalu, KTT G7 telah diadakan di Jepang. Pada pertemuan tersebut, Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan bahwa negara-negara anggota G7 (AS, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris) sepakat untuk memperpanjang sanksi terhadap Rusia pada Juni.

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan aliansi telah memberlakukan beberapa paket sanksi terhadap sektor-sektor penting bagi perekonomian Rusia, serta kepada beberapa individu di Rusia. Pemberlakuan sanksi ini didasari oleh aksi reunifikasi Krimea ke Rusia, serta tuduhan terkait keterlibatan Moskow dalam konflik di wilayah timur Ukraina.

Rusia telah berulang kali membantah tuduhan tersebut serta mengingatkan bahwa sanksi yang dijatuhkan Barat merupakan aksi yang tak bermanfaat serta mengusik stabilitas dan keamanan dunia. Sebagai respons dari sanksi negara-negara Barat, Moskow pun memberlakukan embargo komoditas makanan terhadap negara-negara pemberi sanksi.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.