Menlu Palestina Harapkan Peran Aktif Rusia Mediasi Konflik Israel-Palestina

Palestina mengharapkan "keterlibatan aktif dan langsung" Moskow dalam menyelesaikan konflik negeri tersebut dengan Israel.

Palestina mengharapkan "keterlibatan aktif dan langsung" Moskow dalam menyelesaikan konflik negeri tersebut dengan Israel, kata Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki kepada saluran TV Rossiya 24, Rabu (8/6).

"Mungkin, konferensi di Prancis (yang diadakan pada 3 Juni -red.) akan mempromosikan perjanjian damai (antara Palestina dan Israel), tapi itu tidak berarti bahwa peluang-peluang (penyelesaian konflik) lainnya ditutup," kata al-Maliki. "Untuk itu, saya di sini, di Moskow, untuk membahas kapabilitas Moskow agar terlibat secara langsung dan aktif dalam proses penyelesaian (koflik) Palestina-Israel."

Otoritas Palestina telah meminta sesi konsultasi dengan Moskow setelah konferensi di Prancis, kata al-Maliki.

"Mengingat hasil terbaru di Paris, kami merasa perlu datang ke Moskow untuk bertukar pendapat dan melihat apakah ada prospek kemajuan (penyelesaian masalah di Timur Tengah)," kata sang menlu.

"Kami yakin bahwa Rusia dapat memainkan peran yang sangat penting dalam mempertemukan pihak-pihak yang terlibat ke meja perundingan," katanya.

Sang menteri juga mengungkapkan bahwa pembicaraan baru-baru ini di Paris yang diadakan tanpa partisipasi pihak-pihak yang terlibat konflik membantu memastikan kesepakatan awal pembicaraan.

"Kelompok dukungan internasional akan mengembangkan prinsip-prinsip umum mengenai cara mencapai perdamaian antara Palestina dan Israel," katanya.

"Kami bermaksud untuk membahas penilaian konferensi ini dengan pihak Rusia," tambahnya. "Kami ingin menilai peluang-peluang kerja sama lebih lanjut dan memahami argumen Rusia terkait pemulihan hubungan Palestina dan Israel. Dengan mempertimbangkan fakta bahwa (perdana menteri Israel) Netanyahu di sini, kami ingin tahu apa yang pihak Rusia pikirkan mengenai hal ini dan bagaimana pihak Rusia dapat memfasilitasi proses ini."

Menurut al-Maliki, konferensi berikutnya akan diadakan pada bulan September.

"Kami menawarkan Israel kesempatan terakhir untuk duduk di meja perundingan dan mencapai kesepakatan damai dengan pengakuan wilayah Palestina yang mereka duduki," katanya.

Konferensi internasional di permukiman Israel-Palestina diadakan pada tanggal 3 Juni di Paris. Setelah pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan  bahwa konferensi selanjutnya akan berlangsung sebelum akhir tahun ini.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.