Kemenlu Suriah Minta DK PBB Tindak Tegas Negara-negara Pendukung Teroris

Agresi Ahrar al-Sham dan Jaysh al-Islam di Aleppo merupakan upaya untuk merusak prinsip-prinsip dasar rezim gencatan senjata di Suriah.

Penolakan beberapa negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk memasukkan kelompok ekstremis Ahrar al-Sham dan Jaysh al-Islam sebagai organisasi teroris menimbulkan kesan penerapan standar ganda yang digunakan beberapa negara terkait kebijakan antiterorisme mereka. Demikian hal tersebut diungkapkan Kementerian Luar Negeri Suriah, Minggu (6/6), melalui surat yang dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Dewan Keamanan PBB terkiat serangan teroris yang tengah berlangsung di Aleppo, Suriah.

Kemenlu Suriah mengecam penolakan wakil dari AS, Prancis, Inggris, dan Ukraina di DK PBB untuk memasukkan Jaysh al-Islam dan Ahrar al-Sham dalam daftar kelompok teroris Dewan.

Penolakan ini, menurut surat tersebut, membuktikan bahwa beberapa negara terus menggunakan standar ganda dalam perang melawan terorisme dan tidak serius dalam memeranginya

Kemenlu Suriah menekankan bahwa agresi Ahrar al-Sham dan Jaysh al-Islam di Aleppo merupakan upaya untuk memecah pembicaraan inter-Suriah di Jenewa dan merusak prinsip-prinsip dasar rezim gencatan senjata di Suriah.

Damaskus telah menuntut DK PBB mengutuk aktivitas terorisme yang dilakukan kelompok-kelompok yang terlibat dalam penembakan dari pusat permukiman di Aleppo. Pada saat yang sama, pemerintah Suriah juga menuntut tindakan yang tegas terhadap negara-negara yang mendukung kelompok-kelompok ekstermis tersebut, seperti Arab Saudi, Turki, dan Qatar.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.