Rusia Usulkan Kerja Sama Selesaikan Krisis Suriah, AS Tetap Tak Merespons

Rusia dan Amerika Serikat bisa berbuat lebih banyak untuk menyelesaikan situasi di Suriah.

Moskow dan Washington punya sejumlah kesempatan untuk bekerja sama,  tapi usulan Rusia 'masih belum direspons', kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov, seperti yang dikutip Sputnik, Minggu (5/6).

"Rusia dan Amerika Serikat (seharusnya) bisa berbuat lebih banyak untuk menyelesaikan situasi di Suriah dan ada ruang untuk bekerja sama dalam memerangi terorisme internasional di wilayah-wilayah lainnya. Ada banyak wilayah yang bisa menjadi tempat bagi kami bekerja sama. Namun sayangnya, usulan kami terkait kerja sama ini tetap tak direspons," kata Antonov pada "IISS Shangri-La Dialogue" di KTT Keamanan Asia di Singapura.

Ia menambahkan, kini Rusia dan Amerika Serikat hanya bekerja sama dalam pengiriman bantuan kemanusiaan di Suriah serta pemulihan perdamaian di negara yang tengah dilanda perang tersebut.

Suriah terjerumus pada perang saudara sejak 2011 setelah meletusnya protes antipemerintah. Perang saudara berubah dengan cepat dan meningkat menjadi perang multidimensi yang telah menewaskan lebih dari 270 ribu orang dan memaksa jutaan warga Suriah meninggalkan rumah mereka.

Pada 27 Februari, AS dan Rusia menengahi gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai di negara tersebut, tapi tidak termasuk kelompok teroris.

Sejak awal 2016, Rusia telah mengirimkan makanan, obat-obatan, dan bahan konstruksi untuk wilayah-wilayah yang terkepung dan sulit dijangkau di Suriah.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.