Rusia Tegaskan Tak Akan Kirim S-400 ke Tiongkok Sebelum 2018

Rusia tidak akan memasok sistem pertahanan udara canggih S-400 Triumf ke Tiongkok sebelum 2018.

Rusia tidak akan memasok sistem pertahanan udara canggih S-400 Triumf ke Tiongkok sebelum 2018. Demikian hal tersebut ditegaskan kepala perusahaan teknologi negara Rusia Rostec, Sergey Chemezov, seperti yang dikutip Sputnik.

"Kami memiliki aturan: pertama, kami akan memasok senjata kepada tentara kami terlebih dulu, baru kemudian kami menjual persenjataan ke luar negeri. Banyak pelanggan yang meminta pengiriman pesanan mereka lebih awal, tapi kami mengingatkan mereka terkait jangka waktu dan pengiriman pesanan," kata Chemezov dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Rusia Kommersant.

Pada April, sebuah sumber militer mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Rusia bisa mulai mengirimkan sistem pertahanan udara S-400 ke Tiongkok pada akhir 2016.

Vladimir Kozhin, seorang pembantu presiden Rusia dalam bidang kerja sama teknsi militer mengumumkan pada bulan November tahun lalu bahwa Moskow dan Beijing saat itu masih mendiskusikan pengiriman sistem pertahanan udara canggih buatan Rusia, S-400 Triumf.

S-400 adalah sistem pertahanan udara generasi terbaru Rusia. Sistem ini membawa tiga jenis rudal yang mampu menghancurkan target udara jarak pendek hingga jarak yang sangat jarak jauh. S-400 mampu melacak dan menghancurkan semua target udara yang ada, termasuk misil balistik dan rudal jelajah.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.