Tolak Kerja Sama dengan Rusia, AS Dinilai Bisa Perburuk Situasi di Suriah

Penolakan AS atas upaya kerja sama dengan Rusia demi mengusir militan di Suriah hanya akan meningkatkan konflik di negara itu.

Penolakan AS atas upaya kerja sama dengan Rusia demi mengusir teroris di Suriah hanya akan meningkatkan konflik di negara itu, kata Sergey Rudskoy, selaku kepala departemen operasi utama Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jumat (27/5).

Rudskoy mengingatkan bahwa pada 20 Mei lalu, pihak Rusia telah mengundang mitra AS-nya untuk menyatukan upaya demi melancarkan serangan terhadap posisi Jabhat al-Nusra dan kelompok teroris lainnya di Suriah.

"Jawaban yang kami terima dari Amerika Serikat, terlepas dari penilaian positif atas inisiatif kami, mereka tak membayangkan aktivitas bersama (dengan Rusia) dalam melawan organisasi teroris, yang bisa jadi (dengan penolakan itu) justru akan menimbulkan eskalasi konflik bersenjata lebih lanjut," katanya.

Usulan serangan udara bersama melawan teroris di Suriah pertama kali disuarakan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu. Namun, Pentagon menolak undangan tersebut dan menolak untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan Rusia. Namun demikian, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengatakan kemungkinan serangan udara bersama masih ada dalam agenda.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.