Moskow Bantah Laporan Palsu Terkait Serangan ISIS Terhadap Militer Rusia

ISIS mengklaim telah menghancurkan empat helikopter serang Rusia dan 20 truk sarat dengan amunisi.

Pada Selasa (24/5), Kementerian Pertahanan Rusia membantah laporan hancurnya helikopter Rusia yang beroperasi di Suriah serta jatuhnya korban di antara personil militer Rusia yang berada di Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik.

Sebelumnya pada hari itu, sebuah perusahaan analisis intelijen yang berbasis di AS, Stratfor, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa para pejuang ISIS mungkin telah menghancurkan empat helikopter serang Mi-24 Rusia dalam serangan artileri di sebuah pangkalan udara di Suriah. Hal tersebut diungkapkan Stratfor berdasarkan citra satelit yang mereka peroleh.

"Semua helikopter tempur Rusia di Suriah tengah melaksanakan misi yang bertujuan untuk memberantas teroris. Tidak ada korban di antara personil kami di pangkalan udara Rusia," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov.

Konashenkov menekankan bahwa rumor terkait dugaan penghancuran seluruh unit helikopter tempur Rusia dan dua lusin truk di pangkalan udara Hmeimim berasal dari ISIS yang berusaha untuk "menjual" apa yang disebut "breaking news" ini sekitar sepuluh hari yang lalu.

Menurut Stratfor, serangan terhadap pangkalan udara, yang terletak di Provinsi Homs, dekat kota Tadmur, terjadi pada 14 Mei lalu. Pada hari yang sama, kelompok teroris ISIS mengklaim bahwa kelompok tersebut telah menghancurkan empat helikopter serang Rusia dan 20 truk sarat dengan amunisi.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.