Tak Sesuai Rencana Awal, AS Kirim Lebih Sedikit Pasukan ke Timur Eropa

Amerika mengatakan bahwa sekutu Eropa mereka harus membentuk batalion keempat sendiri.

Amerika Serikat telah memberitahu sekutu NATO-nya bahwa mereka akan mengirimkan lebih sedikit pasukan ke Eropa Timur dari yang sebelumnya direncanakan untuk mengantisipasi "agresi Rusia". Demikian hal tersebut dilaporkan Sputnik, mengacu pada publikasi Wall Street Journal yang dikutip dari sumber-sumber militer yang dirahasiakan.

Menurut laporan tersebut, alih-alih mengirimkan dua batalion pasukan — sebagaimana yang direncanakan sebelumnya — Washington hanya akan memasok pasukan Eropa NATO dengan satu batalion saja. Sebelumnya dilaporkan bahwa empat batalion akan ditempatkan di sisi timur NATO, dengan Jerman dan Inggris masing-masing akan "menyumbang" satu batalion.

Namun pada akhirnya, Amerika mengatakan bahwa sekutu Eropa mereka harus membentuk batalion keempat sendiri, demi memainkan "peran yang lebih besar dalam pertahanan mereka pribadi". Kabar tersebut muncul di tengah pertemuan yang baru-baru ini diadakan di Brussels, yang dihadiri para menteri luar negeri negara-negara anggota NATO.

Para pejabat NATO berencana untuk menyebarkan empat ribu pasukan di wilayah Baltik sebagai upaya untuk memperkuat kehadiran blok militer di Eropa Timur. Kekuatan-kekuatan militer ini seharusnya dibagi di antara Polandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Tony Blinken mengumumkan bahwa sebanyak empat ribu pasukan akan dikirim ke timur Uni Eropa.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa kepemimpinan NATO dianjurkan untuk menyebarkan batalion multinasional alianasi ke Eropa Timur, tapi mengenai di mana batalion ini akan disebar akan diputuskan selama KTT NATO pada Juli mendatang.

Menanggapi hal ini, Rusia telah berulang kali mengutuk aksi NATO yang "menumpuk" militernya di perbatasan Negeri Beruang Merah tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.