Ingin Perbaiki Hubungan dengan Moskow, NATO Tetap Sebar Militernya di Timur

NATO dikatakan bersedia untuk "memperbaiki" hubungannya dengan Moskow.

Dengan menggabungkan strategi "pencegahan" dan "dialog politik", NATO menganut pendekatan dual-track terhadap Rusia. Namun, rencana penyebaran pasukan NATO di Polandia dan negara-negara Baltik telah menimbulkan reaksi negatif dari Kremlin. Rencana tersebut pun menimbulkan keraguan terhadap niat NATO yang dikatakan ingin "memperbaiki" hubungan dengan Moskow, tulis media Jerman Der Spiegel, seperti yang dikutip Sputnik.

Dua tahun setelah reunifikasi Krimea dengan Rusia, NATO dikatakan bersedia untuk "memperbaiki" hubungannya dengan Moskow demi mencegah "insiden berbahaya" dan "untuk menjaga terbukanya peluang dialog politik".

"Kami membahas hubungan kami dengan Rusia, dan kami sepakat pada pendekatan dual-track — pertahanan dan pencegahan, serta dialog politik," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg baru-baru ini.

Namun, rencana NATO untuk menyebarkan empat batalion militer di negara-negara Baltik Polandia tidak mendapatkan antusiasme Rusia, tulis majalah Jerman tersebut.

"Bagi Rusia, penyebaran militer di timur (Eropa) adalah bentuk provokasi. Presiden Vladimir Putin tak akan bosan menyalahkan NATO atas bentuk 'agresi yang disengaja' tersebut dan pelanggaran perjanjian dengan Rusia di tengah kehadiran militer yang direncanakan di negara-negara Baltik dan Polandia," tulis Der Spiegel.

Menanggapi aktivitas NATO, Moskow mengumumkan kemungkinan untuk meningkatkan pasukannya di perbatasan barat Rusia. Rusia akan memasukkan konfigurasi baru pasukan-pasukan NATO ke dalam perhatian mereka dan akan membahas risiko keamanan baru yang timbul akibat perubahan situasi ini, kata utusan Rusia untuk NATO, Alexander Grushko.

"Situasi tegang seperti inilah yang menjadi awal dialog baru dengan Moskow," tulis Der Spiegel.

Namun demikian, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier menegaskan bahwa negosiasi dengan Moskow tidak boleh putus, melainkan harus diperdalam.

"Bahkan jika itu tidak akan menyelesaikan semua masalah, pertukaran pandangan secara reguler tetap lebih baik daripada keheningan yang berbahaya antara musuh," kata Steinmeier.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.