Kremlin: Putin Akan Temui Seluruh Pemimpin ASEAN Selama KTT Rusia-ASEAN

Jadwal pertemuan Putin dengan para pemimpin ASEAN di Sochi sangat padat.

Jadwal pertemuan Putin dengan para pemimpin ASEAN di Sochi sangat padat.

Reuters
Jadwal pertemuan Putin dengan para pemimpin ASEAN di Sochi sangat padat.

Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu dengan seluruh pemimpin ASEAN di sela-sela pertemuan puncak Rusia-ASEAN di kota resor Laut Hitam Rusia, Sochi. Demikian informasi tersebut dikonfirmasi Pembantu Presiden Rusia, Yuri Ushakov, Selasa (17/5).

Ushakov mengatakan jadwal pertemuan Putin di Sochi sangat padat. Putin juga diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Infrastruktur Asian Development Bank Jin Liqun pada 18 Mei. Pertemuan ini akan menjadi pertemuan pertama Putin dan Liqun. "Masalah pengalokasian posisi wakil presiden bank kepada Rusia menjadi salah satu agenda yang akan dibahas dalam pertemuan itu. Kami ingin perwakilan perdagangan kami di Beijing, Gruzdev, menempati posisi itu," kata Ushakov.

Selain itu, Presiden Indonesia Joko Widodo juga akan melakukan kunjungan resmi pada 18 Mei.

Pada 19 Mei, Putin akan bertemu dengan Presiden Myanmar Htin Kyaw. Ini akan menjadi kunjungan pertama kepala negara Myanmar ke Rusia. Menurut pembantu presiden, prioritas perhatian akan difokuskan pada kerja sama ekonomi-perdagangan dan investasi. "Salah satu sektor kerja sama yang paling menjanjikan adalah di sektor energi," kata Ushakov, seraya menambahkan bahwa kontak pariwisata antara kedua negara juga berkembang secara dinamis. Sekitar 3.500 wisatawan Rusia mengunjungi Myanmar pada tahun 2015.

Setelah itu, pemimpin Rusia dijadwalkan akan berbicara dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah. Keduanya akan bertukar pandangan mengenai prospek untuk memperluas kerja sama dalam bidang ekonomi-perdagangan, kemanusiaan, dan politik. Menurut Ushakov, hubungan ekonomi-perdagangan dengan Brunei tertinggal di belakang hubungan politik antara kedua negara, dengan volume perdagangan yang hanya menembus angka 361 ribu dolar AS. Namun demikian, kini berbagai langkah baru tengah diambil demi meningkatkan upaya melawan berbagai tantangan dan ancaman baru, serta untuk menjalin kerja sama dalam perdagangan produk-produk yang berhubungan dengan pertahanan.

Pada tanggal 19, jadwal presiden juga mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-ocha. Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas kondisi dan prospek kerja sama bilateral dalam bidang ekonomi-perdagangan, bidang teknis militer, dan kemanusiaan, sekaligus menguraikan langkah-langkah baru untuk memperluas kerja sama. Ushakov juga menggarisbawahi bahwa Rusia dan Thailand akan memperingati ulang tahun hubungan diplomatik kedua negara yang ke-120 pada 2017.

Jadwal pertemuan terakhir presiden Rusia pada 19 Mei adalah pertemuan dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Keduanya dikabarkan akan membahas pelaksanaan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya dan juga langkah-langkah untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan, investasi, militer, bidang teknis militer, dan kemanusiaan.

Masih di hari yang sama, Putin juga dijadwalkan akan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Menurut Ushakov, agenda pertemuan akan mencakup kerja sama yang lebih erat di bidang ekonomi-perdagangan, pelaksanaan proyek-proyek investasi di sektor energi, perluasan kerja sama teknis militer, dan kemanusiaan.

Setelah itu, presiden Rusia juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc yang telah berada di Rusia untuk kunjungan resmi pertamanya ke Rusia sejak Senin (16/5). Ushakov mengatakan, kedua pemimpin berencana untuk bertukar pandangan seputar kondisi dan prospek untuk pengembangan hubungan dan kemitraan strategis antara Rusia dan Vietnam. Prioritas perhatian akan difokuskan pada hubungan ekonomi-perdagangan. Saat ini, Vietnam menempati urutan pertama di antara negara-negara ASEAN dalam hal perdagangan dengan Rusia.

Rangkaian kontak bilateral Putin pada hari itu akan ditutup dengan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulit. Saat ini, Laos menduduki kursi kepemimpinan ASEAN dan sekaligus sebagai koordinator hubungan ASEAN dengan Rusia. Hubungan diplomatik antara kedua negara telah berlangsung selama 55 tahun. Namun demikian, hubungan ekonomi Rusia-Laos tertinggal di balik dialog politik mereka. Karena itu, perdagangan bilateral Rusia-Laos turun 58 persen pada 2015 ke angka 16,5 juta dolar AS. Komisi bilateral antarpemerintah untuk kerja sama perdagangan dan ekonomi dan kerja sama teknis ilmiah bertugas untuk meningkatkan indeks perdagangan.

ASEAN terdiri dari Brunei, Vietnam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Filipina. Kawasan seluas 4,5 juta kilometer persegi ini menjadi rumah bagi 600 ribu juta penduduk. Secara keseluruhan, PDB negara-negara ASEAN sebesar 3,5 triliun dolar AS dan diperkirakan akan mencapai empat triliun dolar AS pada 2020. ASEAN kini dianggap semakin menarik bagi investor asing. Pada 2014, investasi asing ke ASEAN naik sebesar 16 persen, mencapai lebih dari 136 miliar dolar AS.

KTT Rusia-ASEAN akan diadakan di Sochi pada 19 – 20 Mei. Acara ini akan menjadi KTT internasional terbesar di Rusia sepanjang 2016. KTT ini diadakan di bawah slogan "Menuju Kemitraan Strategis untuk Kebaikan Bersama."

Selama pelakasanaan KTT Rusia-ASEAN mendatang, sebuah deklarasi yang akan menjadi landasan rencana aksi kerja sama Rusia-ASEAN di bidang politik, ekonomi dan budaya, serta di bidang keamanan, diharapkan dapat diadopsi.

Rusia telah menjadi mitra dialog ASEAN sejak Juli 1996. Biasanya, KTT kemitraan serupa diadakan di wilayah negara-negara anggota ASEAN. Namun tahun ini, pemilihan Sochi sebagai tempat dilaksanakannya pertemuan puncak KTT merupakan sesuatu yang bersifat simbolik untuk merayakan 20 tahun kemitraan Rusia-ASEAN

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.