AS Tak Berencana Kerja Sama dengan Rusia untuk Menjaga Tadmur dari ISIS

Pemerintah AS tidak mempertimbangkan kerja sama militer dengan Rusia demi mencegah Tadmur direbut kembali oleh ISIS.

Pemerintah AS mengaku tidak mempertimbangkan kerja sama militer dengan Rusia demi mencegah direbutnya kembali kota Tadmur di Suriah oleh ISIS. Demikian hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest, Rabu (11/5), seperti yang dikutip Sputnik.

"Ada sejumlah konsultasi (mengenai gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia di Suriah), tetapi konsultasi ini berhenti pada segala bentuk kerja sama militer formal dan saya pikir ini tidak akan berubah," kata Earnest ketika ditanya mengenai kemungkinan kerja sama militer AS-Rusia.

Pada 27 Maret, pasukan pemerintah Suriah, dengan dukungan Pasukan Kedirgantaraan Rusia, berhasil membebaskan kota kuno Tadmur dari ISIS setelah sepuluh bulan sejak kota tersebut dikuasai kelompok teroris tersebut. ISIS telah menghancurkan bagian-bagian terpenting dari reruntuhan bersejarah di Tadmur, yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.

Menurut perkiraan awal, sekitar 20 persen dari situs kuno di Tadmur dihancurkan, sementara banyak benda-benda bersejarah dijarah dari museum. Perbaikan kota ini diperkirakan bisa memakan waktu sekitar lima tahun.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.