Pemerintah Ukraina Buat Petisi untuk Pisahkan Krimea dari Wilayahnya

Pada saat berita ini dipublikasikan, 18 orang telah menandatangani petisi ini.

Sebuah petisi untuk memisahkan Krimea dari wilayah Ukraina dengan kanal, yang dengan demikian akan memperketat blokade, telah diumumkan di situs Presiden Ukraina Petro Poroshenko.

Menurut petisi tersebut, setelah Krimea kembali menjadi bagian dari Ukraina, kanal tersebut dapat digunakan sebagai jalur penghubung antara Laut Azov dan Laut Hitam.

"Kami perlu melakukan segala upaya untuk memperketat blokade terhadap wilayah yang diduduki, dengan cara memagari Semenanjung Krimea dari daratan utama (Ukraina) dengan kanal buatan yang memotong tanah genting atau isthmus (daratan kecil yang menghubungkan dua daratan dan dibatasi oleh dua perairan -red.). Dengan demikian, semenanjung tersebut akan menjadi sebuah pulau, dan menimbulkan banyak masalah bagi otoritas penguasa," bunyi petisi tersebut, seperti yang dikutip Sputnik.

Pada saat berita ini dipublikasikan, 18 orang telah menandatangani petisi ini. Agar dapat menjadi bahan pertimbangan presiden, petisi tersebut setidaknya harus mandapatkan 25 ribu tanda tangan dalam tempo tiga bulan. Setelah itu, kepala negara Ukraina dapat memutuskan apakah ia akan menyampaikan hasil petisi tersebut kepada Verkhovna Rada (majelis rendah parlemen Ukraina).

Pihak berwenang Ukraina tidak mengakui hasil referendum yang dilakukan rakyat Krimea pada Maret 2014 lalu dan hingga kini masih menganggap semenanjung tersebut sebagai wilayah Ukraina. Lebih dari 95 persen dari populasi Krimea yang bepartisipasi dalam referendum dua tahun silam mendukung wilayah tersebut untuk kembali bersatu dengan Rusia.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.