Menlu AS: Solusi Politik Rusia untuk Suriah Mungkin Tak Bisa Diterapkan

Kerry berpendapat bahwa Rusia memiliki kepentingan untuk tidak "menenggelamkan diri" di Suriah selamanya.

Solusi politik untuk menyelesaikan krisis di Suriah sebagaimana yang disarankan oleh Rusia mungkin tak bisa diterapkan, kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Selasa (10/5).

"Sekarang mereka (Rusia) memancing untuk solusi politik yang mereka inginkan," kata Kerry dalam sebuah wawancara dengan CNN. "Dan itu bukan sesuatu yang selalu bisa diterapkan. Kami memahami itu," kata sang menlu sebagaimana yang dikutip Sputnik.

Kerry berpendapat bahwa Rusia memiliki kepentingan untuk tidak "menenggelamkan diri" di Suriah selamanya karena negara tersebut tidak ingin menjadi "target" ekstremis Islam atau dunia Sunni.

Pada saat yang sama, Kerry tetap menggarisbawahi kontribusi Rusia atas penghentian permusuhan di Suriah.

"Kami tidak akan bisa menerapkan gencatan senjata tanpa Rusia. Puluhan ribu nyawa telah berhasial diselamatkan," kata Kerry.

Gencatan senjata yang ditengahi Rusia dan AS mulai berlaku pada 26 Februari lalu. Sejak gencatan senjata tersebut diberlakukan, puluhan kelompok militan telah bergabung untuk menghentikan permusahan. Namun, organisasi-organisasi teroris, seperti ISIS dan front al-Nusra, tak dimasukkan ke dalam kesepakatan gencatan senjata.

Putaran pembicaraan damai Suriah yang terbaru diadakan pada April lalu. Putaran berikutnya diharapkan akan diadakan pada bulan ini.

Rusia telah mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai otoritas Suriah yang sah, dan memberikan kontribusi untuk menemukan solusi politik atas krisis yang melanda negara tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.