Kemenhan Rusia Duga al-Nusra Pelaku Serangan Terhadap Kamp Pengungsi

Foto serangan yang tersebar jejaring sosial menunjukkan tidak adanya kawah yang terbentuk akibat serangan udara.

Kelompok teroris front al-Nusra kemungkinan berada di balik serangan terhadap kamp pengungsi di Idlib, Suriah. Demikian hal tersebut diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia, seperti yang dikutip Sputnik. Pada Jumat (6/5), Mayjen Igor Konashenkov selaku juru bicara kementerian mengungkapkan bahwa kamp pengungsi kemungkinan diserang dengan peluncur roket ganda yang digunakan al-Nusra di kawasan itu.

"Dengan melihat sifat kerusakan yang tergambar di foto dan video, kamp pengungsi di Idlib bisa jadi, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, terhantam peluncur roket ganda, yang kini sering digunakan kelompok teroris front al-Nusra di daerah tersebut," kata Konashenkov.

Menurut Konashenkov, foto serangan yang tersebar jejaring sosial menunjukkan "tidak adanya kawah yang terbentuk akibat amunisi pesawat dan jejak lainnya dari serangan udara."

Konashenkov juga mengatakan bahwa tidak ada penerbangan yang dilakukan oleh pesawat Rusia atau pesawat lainnya (pesawat koalisi pimpinan AS -red.) di atas kota Sarmada, Provinsi Idlib, yang berada dekat dengan perbatasan Turki yang menjadi lokasi serangan terhadap kamp pengungsi.

"Kami secara hati-hati menganalisis informasi dari daerah kontrol penerbangan di wilayah itu pada tanggal 4 dan 5 Mei 2016. Tidak ada penerbangan Rusia atau pesawat lainnya di Sarmada."

Pada Kamis (5/5), sebuah kamp pengungsi di Idlib, dekat perbatasan Turki, dilaporkan terkena serangan udara. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 28 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa media Barat mengutip Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights/SOHR) yang berbasis di Inggris, tapi di satu sisi, tidak ada informasi apa pun terkait serangan terhadap kamp pengungsi di Idlib yang dipublikasikan di situs SOHR. Pernyataan mengenai serangan terhadap kamp tersebut hanya dipublikasikan pada akun Facebook SOHR tanpa menyebutkan tanggal serangan.

Pada hari yang sama, Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest juga mengatakan bahwa tidak ada pesawat AS atau pesawat koalisi yang beroperasi di Sarmada pada saat serangan udara tersebut terjadi.

Sebuah sumber militer Suriah mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Tentara Suriah juga tidak menyerang kamp pengungsi di Provinsi Idlib.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.