Tulis Surat ke Kremlin, Partai Oposisi Suriah Minta Putin Hentikan Teroris

Surat tersebut ditulis oleh Partai Pemuda Nasional Suriah yang menentang kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad.

Salah satu partai oposisi Suriah mengirim surat kepada Presiden Vladimir Putin dan meminta presiden Rusia untuk menghentikan perang di Suriah dengan terus menekan kelompok teroris. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik.

Surat tersebut ditulis oleh Partai Pemuda Nasional Suriah yang menentang kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad. Partai itu meminta Putin untuk menghentikan pertempuran yang saat ini sedang berlangsung di Aleppo.

"Selama sepuluh hari berturut-turut, Bapak Presiden, mulut anak-anak Aleppo penuh dengan tanah, bukan susu, sementara puing-puing batu dan tambang memukul kepala dan tubuh mereka. Ibu dan ayah mereka mengerang dan berteriak dari bawah reruntuhan, dengan air mata di mata mereka. Mereka menangis untuk menghentikan terorisme ini, yang tak pernah dilihat dalam 7.000 tahun sejarah manusia," tulis Barvin Ibrahim dalam surat itu.

Dalam surat itu juga dikatakan bahwa jika Rusia dan Amerika Serikat bekerja sama, perdamaian di Suriah akan lebih cepat dipulihkan.

Pekan lalu, Moskow dan Washington menengahi gencatan senjata selama 24 jam di pinggiran kota Damaskus dan selama 72 jam di utara Provinsi Latakia mulai tengah malam pada 30 April.

Menurut informasi terbaru dari Departemen Luar Negeri AS, Rusia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperpanjang masa gencatan senjata di kota Aleppo.

Periode gencatan senjata terbaru mulai berlaku pada pada Rabu (4/5), pukul 00.01 waktu setempat.

Departemen Luar Negeri AS berharap bahwa semua pihak yang terlibat akan mematuhi gencatan senjata di Aleppo.

Bersama Rusia, AS kini memantau penghentian permusuhan terbaru di Aleppo. Washington mengandalkan Moskow untuk menekan Damaskus terkait gencatan senjata di Aleppo.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.