Moskow Tegaskan Assad Bukan Sekutu Rusia

Moskow tidak bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar Assad, seperti Ankara yang bersekutu dengan Washington.

Terlepas dukungan Rusia terhadap pemimpin Suriah dalam melawan terorisme, Moskow tidak bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar Assad, seperti Ankara yang bersekutu dengan Washington. Demikian hal tersebut ditegaskan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Sputnik.

Amerika Serikat, Uni Eropa, serta sekutu mereka di kawasan Timur Tengah terus mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar Assad adalah pemipin yang tidak sah dan harus diturunkan. Sementara, Rusia dan Iran bersikeras bahwa hal semacam itu harus diputuskan oleh rakyat Suriah. Rakyat Suriahlah yang harus memutuskan nasib negara dan pemimpin mereka.

"Assad bukan sekutu kami. Ya, kami mendukungnya dalam memerangi terorisme dan dalam menjaga keutuhan Suriah. Namun, dia bukanlah sekutu, seperti Turki yang merupakan sekutu bagi Amerika Serikat," kata Lavrov.

Pada 30 September 2015, Moskow memulai kampanye udaranya di Suriah atas permintaan Damaskus. Pasukan Kedirgantaraan Rusia melakukan berbagai serangan udara terhadap kelompok-kelompok ekstremis. Pada tanggal 14 Maret lalu, Presiden Putin memerintahkan untuk menarik sebagian besar kontingen militer Rusia dari Suriah karena sebagain besar misi utama militer Rusia dianggap telah tercapai.

Pemimpin Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa kampanye militer Moskow di negara yang dilanda perang tersebut hanya akan terbatas pada operasi udara.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.