Wamen Ekonomi Rusia Yakin Rosneft Mampu Cukupi Kebutuhan Minyak Indonesia

Wakil Menteri Pengembangan Perekonomian Rusia Alexey Likhachev pada sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/5).

Wakil Menteri Pengembangan Perekonomian Rusia Alexey Likhachev pada sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/5).

Yasmine Raudya
Rosneft dikabarkan tengah berupaya memperluas daftar mitra strategisnya di Asia, termasuk dengan perusahaan Indonesia.

Proyek kerja sama antara perusahaan minyak asal Rusia Rosneft dan Pertamina masih dalam tahap pembahasan. Demikian hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pengembangan Perekonomian Rusia Alexey Likhachev pada sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/5). Menurut Likhachev, belum lama ini, presiden Rosneft telah berkunjung ke Jakarta untuk mengadakan perundingan dengan Pertamina. 

"Presiden Rosneft adalah 'play maker' di bidang pasar ekspor minyak ke luar negeri. Rosneft tidak hanya mengekspor minyak, tapi juga mengekspor teknologi," kata Likhachev. 

"Saya yakin Rosneft bisa mencukupi kebutuhan minyak Indonesia karena mereka pernah mengolah lebih dari satu juta barel minyak per hari. Sementara, terkait kerja sama pembangunan kilang minyak di Indonesia, Rosneft yakin bahwa teknologi yang akan mereka gunakan (di Indonesia) adalah yang paling canggih," katanya kepada para wartawan.

Sebelumnya, Rosneft dikabarkan tengah berupaya memperluas daftar mitra strategisnya di Asia, termasuk dengan perusahaan di Indonesia. Pemimpin Rosneft Igor Sechin mengajak Pertamina bergabung dengan proyek pertambangan di Rusia. Selain itu, Rosneft juga menawarkan kerja sama eksplorasi dan pengolahan minyak di Indonesia.

Rosneft kini bepartisipasi dalam kompetisi tender proyek pembangunan pabrik petrokimia kedua di Tuban yang diadakan oleh Pertamina. Proyek tersebut ditujukan untuk pembangunan kilang pengolahan minyak mentah berkonsentrasi tinggi dan menengah berkapasitas 15 juta ton per tahun

"Kerja sama pencarian atau pengolahan minyak adalah salah satu arah kerja sama yang cukup perspektif," kata sang wakil menteri menyimpulkan.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.