Triwulan Pertama 2016, Volume Perdagangan Rusia-Indonesia Naik 40 Persen

Demi mewujudkan potensi kerja sama Rusia-Indonesia, Rusia telah menyepakati untuk mendukung proyek tertentu.

Demi mewujudkan potensi kerja sama Rusia-Indonesia, Rusia telah menyepakati untuk mendukung proyek tertentu. Demikian hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pengembangan Perekonomian Rusia Alexey Likhachev pada sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/5). Menurut Likhachev, setidaknya ada 30 proyek yang telah disepakati dengan Deputi Bidang Kerja Sama Bidang Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Rizal Affandi Lukman. 

"Bersama dengan Pak Lukman, kami telah menyusun dan menyepakati daftar 30 proyek (yang akan didukung Rusia)," kata Likhachev kepada media.

Dalam sesi jumpa pers tersebut, sang wakil menteri mengatakan bahwa Rusia telah menganalisis omzet perdagangan antara kedua negara. Likhachev menyebutkan, pada 2014, volume perdagangan Rusia-Indonesia sebesar 2,5 miliar dolar AS. Sementara pada 2015, jumlah tersebut turun ke angka dua miliar dolar AS. 

"Namun, pada triwulan pertama 2016, perdagangan sudah naik 40 persen. Saya ingin menggarisbawahi dalam hal ini ekspor Indonesia (ke Rusia) naik dua kali lipat," kata Likhachev kepada para wartawan. Sementara, jumlah investasi Rusia ke Indonesia diperkirakan mencapai satu miliar dolar AS. Namun demikian, ia menilai angka tersebut masih jauh dari potensi yang dimiliki kedua negara.

"Kami telah menyepakati taraf hubungan kerja sama yang baru di antara kalangan pebisnis Indonesia dan Rusia. Kami turut mengundangn kalangan pebisnis Indonesia untuk mengikuti forum yang akan diselenggarakan pada bulan ini di Sochi, Rusia," kata Likhachev. 

"Saya harap, dari delegasi Indonesia akan ada cukup banyak peserta dari kalangan pebisnis dan Pak Roeslani (ketua Kadin) akan mengepalai delegasi pada forum mendatang," katanya mengakhiri.

Likhachev tiba di Indonesia untuk menghadiri sidang kelompok kerja di bidang investasi, perdagangan, dan industri. Selama kunjungannya di Jakarta, sang wakil menteri bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P. Roeslani.

Selain dari badan pemerintah Rusia, delagasi Rusia yang ikut bersama Likhachev termasuk beberapa pengusaha yang sedang merealisasikan proyek-proyek di Indonesia. Ada pula perwakilan dari perusahaan-perusahaan besar Rusia, seperti perusahaan minyak negara Zarubezhneft, perusahaan kereta api Rusia RZhD (Russian Railways), perusahaan negara Rosatom, perusahaan aluminium Rusal, manufaktur truk Rusia KAMAZ, dan lain-lain.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.