Pejabat Militer AS Sebut Rusia Sebagai Tantangan Abadi di Eropa Timur

AS mengklaim bahwa pembangunan militer Rusia menunjukkan niat negara tersebut untuk mengganggu kawasan Eropa Timur.

Militer AS harus mempertimbangkan Rusia sebagai tantangan abadi di Eropa Timur, kata Kepala Staf Umum Angkatan Udara AS Mark Welsh saat berbicara tentang strategi militer di Dewan Hubungan Luar Negeri di Washington, DC.

"Dari sudut pandang kami, kita perlu menganggap bahwa Rusia sebagai fokus abadi," kata Welsh pada Selasa (3/5), sebagaimana yang dikutip Sputnik.

Welsh mengklaim bahwa pembangunan militer Rusia menunjukkan niat negara tersebut untuk mengganggu kawasan Eropa Timur.

Lebih lanjut, Komandan Korps Marinir AS Jenderal Robert Neller mengatakan bahwa perhatian AS dan Eropa Timur terhadap aktivitas Rusia di kawasan tersebut memerlukan daya tahan aliansi NATO.

"Ketika pertama kali dibentuk, NATO merupakan aliansi yang kehadirannya dibutuhkan, (NATO) kemudian berubah menjadi aliansi pilihan ketika bangsa-bangsa melihat manfaat menjadi anggota aliansi. Sekarang, NATO kembali menjadi aliansi kebutuhan," kata Welsh.

Selama dua tahun terakhir, NATO telah melakukan sejumlah latihan militer besar-besaran di sepanjang sisi timur aliansi yang berbatasan dengan Rusia.

Moskow telah berulang kali menolak tuduhan terkait niat dan aktivitas Rusia di kawasan tersebut. Selain itu, Rusia telah memperingatkan terhadap meningkatnya pembangunan militer NATO di sepanjang perbatasannya meskipun pada perjanjian sebelumnya, tindakan yang dilakukan NATO disebut sebagai langkah provokatif dan mengancam stabilitas regional dan global.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.