Menlu Lavrov: Rusia Menentang Segala Seruan Operasi Darat di Suriah

Lavrov menegaskan segala seruan untuk meluncurkan operasi darat di Suriah yang tengah dilanda perang harus dihentikan.

Segala seruan untuk meluncurkan operasi darat di Suriah yang tengah dilanda perang harus dihentikan. Demikian hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Selasa (3/5), seperti yang dikutip Sputnik.

Lavrov mengatakan, Rusia merasa prihatin atas penembakan yang pernah dilakukan Turki terhadap wilayah Suriah seiring dengan meningkatnya seruan operasi darat di negara tersebut.

"Kami sangat percaya bahwa seruan semacam itu dibuat oleh orang-orang yang tak tertarik dalam penyelesaian politik yang nyata, yang semata-mata hanya mengandalkan solusi militer. Kami yakin hal itu akan menyebabkan bencana, dan langkah semacam itu harus dihentikan," kata Lavrov dalam pertemuannya dengan Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura.

Selama berbulan-bulan, distrik selatan Turki telah diserang oleh kelompok teroris ISIS dari wilayah Suriah yang mereka duduki. Pasukan Turki kemudian dikerahkan ke sekitar perbatasan kedua negara dan membalas menembaki target kelompok teroris yang keberadaannya telah dilarang secara luas di banyak negara, termasuk Rusia.

Pada Maret lalu, Penasihat Kementerian Pertahanan Arab Saudi Ahmed Asiri mengatakan kapada Sputnik bahwa kemungkinan dilakukannya operasi darat di Suriah telah dibahas pada tingkat politik, tapi diskusi militer belum dimulai.

Minggu lalu, Duta Besar Turki untuk Rusia Umit Yardim mengatakan bahwa kemungkinan operasi darat Ankara di Suriah tidak akan terjadi.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.