Kolumnis Financial Times: Kejatuhan Ekonomi Rusia Terlalu Dibuat-buat

Para pakar di Barat terlalu sering membahas mengenai runtuhnya ekonomi Rusia.

Para pakar di Barat terlalu sering membahas mengenai runtuhnya ekonomi Rusia meskipun pada kenyataannya situasinya benar-benar berbeda. Demikian hal ini ditulis oleh kolumnis Financial Times sekaligus peneliti di Universitas Harvard Simon Saradzhyan.

“Apakah Rusia benar-benar dalam kondisi yang buruk seperti yang para ilmuwan Barat katakan? Jika kita bandingkan baik dengan dunia secara keseluruhan maupun dengan perekonomian negara-negara terkemuka lainnya, pembahasan mengenai keruntuhan Rusia pasca-Komunis di abad XXI sangat dipertanyakan,” tulisnya.

Mengacu pada data Bank Dunia, Lembaga Riset Internasional Stockholm untuk permasalahan dunia dan Asosiasi Produsen Dunia, Saradzhyan menemukan angka terbaru yang menunjukkan adanya pertumbuhan potensi ekonomi Rusia jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia yang justru mengalami penurunan.

“Secara khusus, selama 15 tahun terakhir pangsa Rusia di PDB Dunia meningkat sebesar 23 persen. Pada saat yang sama, PDB AS dan Eropa menurun. Selain itu, daya konsumsi Rusia meningkat. Hal ini menunjukkan adanya dinamika positif. Pertumbuhan ekonomi Rusia dikonfirmasi oleh sejumlah indikator lainnya, seperti indikator geometris kekuatan nasional (GINC), serta indeks daya agregat yang digunakan di Tiongkok,” tulisnya dalam artikel tersebut.

“Indikator ini menunjukkan bahwa pada penghujung abad XXI, Rusia mengalami peningkatan, atau setidaknya mempertahankan posisinya jika dibandingkan dengan lima negara pesaing utamanya secara keseluruhan,” kata Saradzhyan.

Ia juga menyampaikan bahwa segala kesulitan yang harus dilalui Rusia dalam waktu dekat tidak dapat menghancurkan pertumbuhan kekuatan nasional Rusia yang dicapai sejak 1999 dan tidak akan mencabut peran kepemimpinan Rusia dalam politik internasional.

“Besarnya Rusia, berikut sumber daya dan kekuatan militer negara tersebut memungkinkan Rusia untuk tetap menjadi pemain global, yang di masa mendatang akan terus mempengaruhi Barat dan tatanan dunia secara keseluruhan. Karena itu, dibutuhkan hubungan yang tepat dengan Rusia,” kata sang kolumnis menyimpulkan.

Pertama kali dipublikasikan oleh RIA Novosti.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.